Beyond the Breaking News

”Redaksi Yth”: Desa Tanpa Suara Rakyat

M Hakim News

”Redaksi Yth”: Desa Tanpa Suara Rakyat
Surat PembacaPerdesaanLabuhanbatu Selatan

Alih-alih bergerak ke arah yang lebih substansial, praktik demokrasi paling dasar di desa justru tidak berjalan, seperti di Labuhanbatu Selatan.

Alih-alih bergerak ke arah yang lebih substansial, praktik demokrasi paling dasar di desa justru tidak berjalan, seperti di Labuhanbatu Selatan . Sebagai orang yang tinggal di Kabupaten Labuhanbatu Selatan , Sumatera Utara, merasa khawatir atas perkembangan demokrasi di desa.

Alih-alih bergerak ke arah yang lebih substansial, praktik demokrasi paling dasar justru tidak berjalan. Pemilihan kepala desa hampir sembilan tahun tak berlangsung. Pada 2023, pemerintah daerah menyatakan pemilihan kepala desa tidak dapat dilaksanakan. Hingga kini berbagai pemberitaan juga memperlihatkan pilkades di Labusel telah bertahun-tahun tidak ada.

Padahal, tanpa pemilihan yang rutin dan sah, bukan cuma prosedur demokrasi yang terhenti, juga partisipasi, kontrol masyarakat, dan akuntabilitas kepemimpinan desa. Desa seharusnya menjadi ruang bagi masyarakat Labusel untuk menentukan arah hidupnya secara demokratis. Bukan dibikin secara serampangan, atau otoriter. Kondisi ini bukan tanpa dampak.

Dalam beberapa tahun terakhir muncul kasus korupsi yang melibatkan penjabat kepala desa di Labusel, dengan kerugian dari ratusan juta rupiah hingga lebih dari Rp 1 miliar. Saat desa terlalu lama dipimpin oleh pejabat sementara tanpa legitimasi rakyat, risiko penyimpangan menjadi nyata. Tiada demokrasi yang hidup bila desa dibiarkan seperti ini. Apa yang terjadi di desa mencerminkan kondisi demokrasi kita secara keseluruhan.

Saya berharap Kementerian Dalam Negeri segera mengevaluasi situasi ini. Begitu juga Bupati Labuhanbatu Selatan 2025-2030, Fery Sahputra, diharapkan mengambil langkah konkret agar pilkades kembali dilaksanakan pada tahun 2026. Seperti peribahasa bilang: lebih cepat itu lebih baik. Sebagai orang yang tinggal di Kabupaten Labuhanbatu Selatan , Sumatera Utara, merasa khawatir atas perkembangan demokrasi di desa.

Alih-alih bergerak ke arah yang lebih substansial, praktik demokrasi paling dasar justru tidak berjalan. Pemilihan kepala desa hampir sembilan tahun tak berlangsung. Pada 2023, pemerintah daerah menyatakan pemilihan kepala desa tidak dapat dilaksanakan. Hingga kini berbagai pemberitaan juga memperlihatkan pilkades di Labusel telah bertahun-tahun tidak ada.

Padahal, tanpa pemilihan yang rutin dan sah, bukan cuma prosedur demokrasi yang terhenti, juga partisipasi, kontrol masyarakat, dan akuntabilitas kepemimpinan desa. Desa seharusnya menjadi ruang bagi masyarakat Labusel untuk menentukan arah hidupnya secara demokratis. Bukan dibikin secara serampangan, atau otoriter. Kondisi ini bukan tanpa dampak.

Dalam beberapa tahun terakhir muncul kasus korupsi yang melibatkan penjabat kepala desa di Labusel, dengan kerugian dari ratusan juta rupiah hingga lebih dari Rp 1 miliar. Saat desa terlalu lama dipimpin oleh pejabat sementara tanpa legitimasi rakyat, risiko penyimpangan menjadi nyata. Tiada demokrasi yang hidup bila desa dibiarkan seperti ini. Apa yang terjadi di desa mencerminkan kondisi demokrasi kita secara keseluruhan.

Saya berharap Kementerian Dalam Negeri segera mengevaluasi situasi ini. Begitu juga Bupati Labuhanbatu Selatan 2025-2030, Fery Sahputra, diharapkan mengambil langkah konkret agar pilkades kembali dilaksanakan pada tahun 2026. Seperti peribahasa bilang: lebih cepat itu lebih baik.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

hariankompas /  🏆 8. in İD

Surat Pembaca Perdesaan Labuhanbatu Selatan Kepala Desa Pemilihan Kepala Desa Demokrasi X-Hide-Give-Me-Perspective

 

United States Latest News, United States Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Resep Donat Tanpa Ulen Tanpa Mixer, Lembut, Empuk, dan Anti GagalResep Donat Tanpa Ulen Tanpa Mixer, Lembut, Empuk, dan Anti GagalResep donat praktis di rumah tanpa perlu diulen atau menggunakan mixer, dijamin lembut, empuk, dan anti gagal, cocok untuk pemula. Artikel ini memandu Anda dari pemilihan bahan, langkah pembuatan, hingga tips agar donat tidak bantat.
Read more »

Pilihan Redaksi: 5 Film Netflix Siap Isi Malam Minggu dengan AdrenalinPilihan Redaksi: 5 Film Netflix Siap Isi Malam Minggu dengan AdrenalinPortal berita yang menyajikan informasi terhangat baik peristiwa politik, entertainment dan lain lain
Read more »

Hansi Flick Heran Ada yang Bilang Real Madrid Lebih Berbahaya Tanpa Kylian MbappeHansi Flick Heran Ada yang Bilang Real Madrid Lebih Berbahaya Tanpa Kylian MbappeSoal anggapan Real Madrid lebih kuat tanpa Kylian Mbappe, pelatih Barcelona, Hansi Flick memberikan pandangannya.
Read more »

”Redaksi Yth”: Memori Kolektif Itu Bernama Desa”Redaksi Yth”: Memori Kolektif Itu Bernama DesaDesa bukan hanya kehilangan penduduknya, melainkan juga konteks sosialnya yang menjaga keberlanjutan ingatan itu.
Read more »



Render Time: 2026-06-16 06:06:54