Ratusan Hektar Padi di Jateng Puso, Harga Beras Naik Empat Kali dalam Sebulan

Indonesia Berita Berita

Ratusan Hektar Padi di Jateng Puso, Harga Beras Naik Empat Kali dalam Sebulan
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 hariankompas
  • ⏱ Reading Time:
  • 64 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 29%
  • Publisher: 70%

Ratusan hektar lahan padi di Jateng dilaporkan puso akibat kekeringan. Kekeringan juga berdampak pada melonjaknya harga beras di sejumlah wilayah, seperti Semarang, Batang, dan Pekalongan.

Yoeng , pedagang beras di Pasar Johar, Kota Semarang, Jawa Tengah, sedang beraktivitas di kiosnya, Jumat . Menurut Yoeng, harga beras sudah naik empat kali dalam sebulan. Kenaikan harga dipicu terbatasnya pasokan dari petani akibat kekeringan yang melanda sejumlah daerah di Jateng.

Luasan lahan padi yang puso hingga Agustus tercatat sekitar 254,1 hektar. Lahan itu tersebar di sejumlah daerah, antara lain Banyumas, Cilacap, Brebes, Kendal, Kabupaten Pekalongan, Rembang, Kebumen, Kabupaten Tegal, dan Purworejo. Kendati demikian, sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng untuk menghadapi dampak kekeringan dan menekan risiko krisis pangan. Pertama, mengidentifikasi dan memetakan lokasi terdampak kekeringan serta mengelompokkan daerah berdasarkan risikonya.

”Awal agustus itu, satu karung beras isi 25 kilogram harganya Rp 270.000. Kemudian naik jadi Rp 282.000 per karung, lalu naik lagi menjadi Rp 295.000. Terakhir, awal pekan ini menjadi Rp 315.000 per karung,” ujar Yoeng , pedagang beras di Pasar Johar, Kota Semarang. ”Sebelum kemarau, harga beras untuk kualitas premium Rp 12.000 per kilogram. Kini, harganya menjadi Rp 13.000 per kilogram. Kalau beras mediun naik dari sebelumnya Rp 10.000 per kilogram menjadi Rp 11.000 per kilogram,” ucap Rodhiyah , pedagang beras di Pasar Batang.

Harga beras medium yang awalnya Rp 12.100 per kilogram naik menjadi Rp 12.600 per kilogram. Sementara itu, harga beras premium naik dari Rp 13.000 per kilogram menjadi Rp 13.500 per kilogram.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

hariankompas /  🏆 8. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Lahan 3 Hektar Terbakar Dan Mendekati PermukimanLahan 3 Hektar Terbakar Dan Mendekati PermukimanKebakaran Lahan 3 Hektar, Warga Panik Api Mendekati Rumah Warga
Baca lebih lajut »

Waspada...Lebih dari 500 Hektar Hutan dan Lahan Gambut di Kotawaringin Timur Terbakar Sepanjang KemarauWaspada...Lebih dari 500 Hektar Hutan dan Lahan Gambut di Kotawaringin Timur Terbakar Sepanjang KemarauKualitas udara di Sampit Kalimantan Timur dinyatakan tidak sehat sejak maraknya kebakaran hutan dan lahan akibat kemarau panjang yang terjadi akhir-akhir ini.
Baca lebih lajut »

Sampah Bandung Terus Menumpuk, Lahan Seluas 0,6 Hektar di TPA Sarimukti Dibuka DaruratSampah Bandung Terus Menumpuk, Lahan Seluas 0,6 Hektar di TPA Sarimukti Dibuka DaruratLahan seluas 0,6 hektar ini mampu menampung sampah hingga 8.000 ton. Namun, area ini masih belum cukup menampung sampah yang terus menumpuk pascakebakaran di TPA Sarimukti selama hampir dua pekan terakhir.
Baca lebih lajut »

Pakuwon Jati Akuisisi Lahan 12,9 Hektar di Semarang Senilai Rp 302,8 MiliarPakuwon Jati Akuisisi Lahan 12,9 Hektar di Semarang Senilai Rp 302,8 MiliarPT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menyatakan, lahan yang akan diakuisisi itu digunakan untuk dikembangkan menjadi kawasan superblock.
Baca lebih lajut »

Ombudsman Sebut Revitalisasi Penggilingan Padi Bakal Untungkan PetaniOmbudsman Sebut Revitalisasi Penggilingan Padi Bakal Untungkan PetaniOmbudsman RI menyayangkan ketidakhadiran pemerintah dalam menata industri penggilingan padi i
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-28 19:01:26