Ramai Dedolarisasi China-Rusia, RI Ikut Tinggalkan Dolar AS?
- Beberapa negara dunia mulai menjauhkan diri dari ketergantungan terhadap dolar AS. Langkah ini dimulai oleh China, Rusia, dan sekutunya dalam aliansi dagang BRICS dan diikuiti oleh ASEAN termasuk Indonesia.
Skema dedolarisasi disebut Head of Research NH Korindo Sekuritas Indonesia, Liza C. Suryanata sudah dimulai sejak lama dan semakin aktif dilakukan sejak 2014 oleh Rusia. Lalu seperti apa urgensi dedolarisasi? bagaimana dampaknya bagi Indonesia? Selengkapnya simak dialog Anneke Wijaya dan Analyst CNBC Indonesia Research, Maesaroh dengan Head of Research NH Korindo Sekuritas Indonesia, Liza C. Suryanata dalam Closing Bell, CNBCIndonesia
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Geger Dedolarisasi, RI Ikut Jauhi AS & Merapat ke China-RusiaBeberapa negara dunia telah memulai proses untuk menjauhkan diri dari ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Baca lebih lajut »
Ramai-Ramai Warga Rusia Takut Ngaku Asal Negaranya, Kenapa?Kini, kebanyakan dari mereka bahkan takut untuk mengakui bahwa berasal dari Rusia. Ada apa?
Baca lebih lajut »
Kader Demokrat Jawa Barat Ramai-ramai Pindah Partai PolitikSejumlah kader Partai Demokrat di Jawa Barat ramai-ramai pindah partai politik, termasuk eks Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bogor.
Baca lebih lajut »
Jelang Lebaran, Warga di Banyuwangi Ramai-ramai Hapus Tato, Ini AlasannyaMenjelang Lebaran, warga Banyuwangi tak hanya sibuk menyiapkan baju baru, penampilan juga dipermak. Salah satunya, menghapus tato di badan
Baca lebih lajut »
Heboh Muncul Fenomena Dedolarisasi hingga Aksi 'Jauhi' ASPosisi Amerika Serikat (AS) yang digadang-gadang memegang hegemoni dunia mulai terancam.
Baca lebih lajut »
Soal Ramai-ramai Laporkan Ketua KPK, Begini Penjelasan Denny Indrayana - tvOneSepak terjang Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi KPK Firly Bahuri yang diduga kerap melakukan pelanggaran di lembaga yang ia pimpin membuat sejumlah pihak mulai menunjukkan sikap. - tvOne
Baca lebih lajut »