Qatar mengatakan tidak memiliki rencana untuk menormalkan hubungan dengan Suriah. Qatar tidak memiliki rencana untuk menormalkan hubungan dengan Suriah. Hal itu...
DOHA - Qatar tidak memiliki rencana untuk menormalkan hubungan dengan Suriah. Hal itu diutarakan Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani.
"Sejauh ini kami tidak melihat apa pun di cakrawala untuk solusi politik yang dapat diterima oleh rakyat Suriah, pendekatan dan perilaku tidak berubah," kata Mohammed, seperti dilansir Reuters pada Minggu ."Tidak ada motivasi bagi kami untuk membangun kembali hubungan dengan rezim Suriah saat ini. Rezim Suriah melakukan kejahatan terhadap rakyatnya," sambungnya.
Beberapa seperti Uni Emirat Arab telah berusaha untuk menormalkan hubungan, setelah Assad mendapatkan kembali kendali atas sebagian besar wilayah Suriah. Baca juga: Diduga Korban Perdagangan Orang, 22 Pekerja Migran di Suriah Dipulangkan
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Puluhan Pekerja Migran Indonesia Dipulangkan dari Suriah dengan Cerita MenyedihkanMeski lelah dan harus kembali menjalani karantina sesuai prokes Covid-19, raut wajah bahagia tampak jelas dari puluhan PMI yang didominasi perempuan itu.
Baca lebih lajut »
Jadi Korban Perdagangan Orang, 22 WNI di Suriah Kembali ke IndonesiaDari 22 orang tersebut, tiga di antaranya mengalami sakit akibat disiksa saat di negara tempat bekerja.
Baca lebih lajut »
Presiden Suriah Bashar Assad Menang Pemilihan LagiPresiden Bashar Assad telah terpilih kembali untuk masa jabatan keempat dengan lebih dari 95 persen suara. Suriah
Baca lebih lajut »
Teknik Terbaru, Vaksin DNA Efektif Lindungi Hamster Suriah dari Covid-19Teknik Terbaru, Vaksin DNA Efektif Lindungi Hamster Suriah dari Covid-19 TempoTekno
Baca lebih lajut »
NasDem Tidak Punya Tokoh, Ganjar Pranowo Disarankan Menyeberang ke SanaPolemik hubungan tidak harmonis antara Puan Maharani dengan Ganjar Pranowo bagian dari drama politik? GanjarPranowo
Baca lebih lajut »