'Putin Pertimbangkan Senjata Nuklir kalau Ada Serangan Udara'

Indonesia Berita Berita

'Putin Pertimbangkan Senjata Nuklir kalau Ada Serangan Udara'
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 cnbcindonesia
  • ⏱ Reading Time:
  • 41 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 20%
  • Publisher: 74%

Dalam kajian strategis, secara normal retaliasi nuklir hanya dilakukan kalau terjadi serangan nuklir.

Foto: Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Indonesia Joko Widodo di Kremlin di Moskow pada 30 Juni 2022. - Perang antara Rusia kontra Ukraina menjadi salah satu sorotan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia.

Andi lantas bercerita ihwal kunjungannya ke Moskow, akhir Oktober 2022 lalu. Ketika itu, Andi menghadiri Valdai Discussion Club dan bertemu langsung dengan Putin. Mantan Sekretaris Kabinet itu lantas menjelaskan kalau Jokowi sudah memberikan arahan agar tidak membicarakan Ukraina dan G20 ketika bertemu Putin. Seperti diketahui, KTT Puncak G20 digelar di Bali, 15-16 November 2022.

"Waktu saya bertemu, saya memperkenalkan diri, kalimat pertama Putin adalah 'Tolong sampaikan ke Presiden Jokowi bahwa Rusia tidak mempertimbangkan menggunakan senjata nuklir'. Saya belum ngomong apa-apa. Kalimat pertamanya itu," ujar Andi."Kalimat keduanya, 'Tapi jika ada serangan udara ke wilayah Rusia, kami mempertimbangkan menggunakan senjata nuklir'," lanjutnya.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

cnbcindonesia /  🏆 7. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Putin Umumkan Rusia Menangguhkan Perjanjian Kontrol Senjata Nuklir dengan Amerika SerikatPutin Umumkan Rusia Menangguhkan Perjanjian Kontrol Senjata Nuklir dengan Amerika SerikatPakta New START ditandatangani pada tahun 2010. Kemudian pada tahun 2021, perjanjian tersebut diperpanjang selama lima tahun, yaitu hingga 2026.
Baca lebih lajut »

Putin Tangguhkan Partisipasi Rusia dalam Perjanjian Pembatasan Senjata Nuklir dengan AS |Republika OnlinePutin Tangguhkan Partisipasi Rusia dalam Perjanjian Pembatasan Senjata Nuklir dengan AS |Republika OnlinePutin tegaskan hanya menangguhkan keikutsertaan, bukan menarik dari perjanjian nuklir
Baca lebih lajut »

Putin Mundur dari Perjanjian Nuklir New START, Bisa Perang Nuklir?Putin Mundur dari Perjanjian Nuklir New START, Bisa Perang Nuklir?Keputusan Rusia menarik diri dari perjanjian New START dengan AS jadi pukulan bagi upaya membatasi pasokan nuklir. Lalu, apakah potensi perang nuklir akan meningkat?
Baca lebih lajut »

Rusia 'Out' dari Perjanjian Nuklir, Putin Siap Perang Nuklir?Rusia 'Out' dari Perjanjian Nuklir, Putin Siap Perang Nuklir?Rusia mundur dari perjanjian nuklir dunia, New START (Strategic Arms Reduction Treaty). Apakah ini berarti Presiden Rusia Vladimir Putin siap perang nuklir?
Baca lebih lajut »

NATO Minta Rusia Pertimbangkan Lagi Keputusannya Tangguhkan Perjanjian Nuklir |Republika OnlineNATO Minta Rusia Pertimbangkan Lagi Keputusannya Tangguhkan Perjanjian Nuklir |Republika OnlineBanyaknya senjata nuklir dan minimnya perjanjian membuat dunia lebih berbahaya
Baca lebih lajut »

Tak Cukup Dukungan AS, Korea Selatan Beri Sinyal Ambisi Senjata NuklirTak Cukup Dukungan AS, Korea Selatan Beri Sinyal Ambisi Senjata NuklirPemimpin partai konservatif People Power (Kekuatan Rakyat) Chung Jin-suk yang berkuasa di Korea Selatan (Korsel) menyarankan negara itu “mempertimbangkan dengan...
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-26 09:54:41