PT Prima Dinamika Sentosa, perusahaan industri alas kaki, resmi memperoleh izin fasilitas kawasan berikat dari Bea Cukai Jawa Timur I. Izin ini diharapkan dapat mendorong kinerja ekspor dan menciptakan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.
Diharapkan fasilitas kawasan berikat dapat mendorong kinerja ekspor. REPUBLIKA. CO.ID, SIDOARJO -- PT Prima Dinamika Sentosa, perusahaan yang bergerak di bidang industri alas kaki untuk keperluan sehari-hari, resmi memperoleh izin fasilitas kawasan berikat dari Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I , Senin .
Dengan izin fasilitas tersebut, perusahaan yang berlokasi di wilayah Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo ini siap bersaing dan melakukan penetrasi ke pasar global. Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I, Rusman Hadi menjelaskan, pada Senin , pihaknya menyelenggarakan pemaparan proses bisnis yang dirangkai dengan pemberian rekomendasi serta izin fasilitas kawasan berikat kepada PT Prima Dinamika Sentosa.
"Pemberian fasilitas kawasan berikat ini merupakan salah satu langkah strategis Bea Cukai memfasilitasi pelaku usaha agar semakin kompetitif di pasar internasional," ujarnya dalam keterangan, Senin . PT Prima Dinamika Sentosa memiliki visi pengembangan bisnis dengan target penjualan ekspor mencapai 100 persen. Hasil produksi berupa alas kaki dari Sidoarjo ini akan diekspor kepada berbagai pembeli mancanegara berskala besar, mulai dari Dearfoams, Bombas, GAP, hingga Tommy Hilfiger.
Diharapkan fasilitas kawasan berikat yang didapat perusahaan dapat mendorong kinerja ekspor, hingga mampu menciptakan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat di sekitar lokasi pabrik, seperti pembukaan lapangan kerja. Mengingat perusahaan memproyeksikan adanya penambahan serapan tenaga kerja hingga 1.000 orang dalam tiga tahun ke depan. Selain itu, fasilitas ini akan memberi dampak positif terhadap peningkatan perekonomian warga.
Kehadiran dan perkembangan pabrik secara langsung akan menggerakkan roda perekonomian warga sekitar, yang ditandai dengan meningkatnya peluang usaha indekos, rumah makan, kedai kopi, hingga penyedia jasa katering karyawan.
"Manfaat lain dari fasilitas kawasan berikat yang diterima perusahaan ialah penambahan devisa negara. Melalui target operasional 100 persen untuk pasar ekspor, perusahaan akan memberikan kontribusi yang nyata dalam penambahan cadangan devisa negara," tambah Rusman. Ia juga berharap melalui kemudahan fasilitas kawasan berikat, PT Prima Dinamika Sentosa bisa memangkas waktu tunggu pengadaan material serta mengalihkan modal kerja, yang sedianya digunakan untuk membayar pungutan impor, menjadi modal operasional guna meningkatkan skala usaha.
"Bea Cukai senantiasa hadir dan mendukung penuh kemajuan industri dalam negeri. Mari bersama-sama kita dukung produk lokal agar semakin berjaya dan merajai pasar dunia," tutup Rusman.
PT Prima Dinamika Sentosa Izin Kawasan Berikat Bea Cukai Jawa Timur I Ekspor Perekonomian
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Dinamika Harga Emas Perhiasan Hari Ini: Cek Daftar Raja Emas dan Laku EmasPahami faktor penentu harga emas perhiasan dan simak daftar harga beli di Raja Emas serta harga jual di Laku Emas per Sabtu, 13 Juni 2026.
Baca lebih lajut »
Membaca Peluang Penguatan Sektor ESDM di Tengah Dinamika GeopolitikIndonesia memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Namun, keberhasilan tergantung pada pengelolaan yang bijak untuk menciptakan kesejahteraan rakyat.
Baca lebih lajut »
OJK Didorong Perkuat Antisipasi Kredit Bermasalah di Tengah Dinamika EkonomiOJK didorong siapkan langkah antisipatif hadapi potensi peningkatan Kredit Bermasalah OJK akibat tekanan ekonomi global dan domestik.
Baca lebih lajut »
Dinamika Muktamar NU 2026: Persyaratan Kaderisasi Bagi Calon Ketua Umum PBNUDinamika menuju Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mulai menghangat menjelang pelaksanaan Konferensi Besar (Konbes) dan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama NU pada 20-23 Juni 2026. Sejumlah nama calon Ketua Umum PBNU bermunculan, diiringi pembahasan mengenai mekanisme pemilihan dan syarat pencalonan yang diperkirakan menjadi isu sentral dalam forum tersebut.
Baca lebih lajut »




