Dialog akan melahirkan kesepakatan orang tua dan anak terkait bermain gawai.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Psikolog dari Universitas Gadjah Mada Novi Poespita Candra menyampaikan bahwa para orang tua disarankan untuk menjalin komunikasi dengan putra dan putrinya. Hal ini untuk mencegah kecanduan gim atau gawai.
Baca Juga Novi menjelaskan, gawai dan gim saat ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat, khususnya anak-anak. Namun demikian, diperlukan batasan-batasan terkait durasi penggunaan, pemilihan konten, maupun jenis-jenis permainan yang tepat untuk anak-anak. "Nah dialog-dialog serta kesepakatan ini yang akan menciptakan kesadaran dan manajemen diri dalam penggunaan gadget yang tepat," ujarnya.
Hormon kebahagiaan ini menyebabkan tubuh seseorang secara alami menjadi ingin bermain gim secara terus-menerus. Ia menambahkan, anak yang terlampau lama bermain gim berpotensi mengalami kecanduan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
MUI Dorong Umat Jalin Hubungan Intens dengan Muslim TartarMUI mendorong organisasi masyarakat Islam di tanah air untuk lebih giat dengan umat muslim Tartar Krimea di Ukraina.
Baca lebih lajut »
Saran Psikolog agar Anak Tak Kecanduan GamePsikolog menyarankan orang tua menjalin komunikasi dengan anak untuk mencegah kecanduan game atau gawai.
Baca lebih lajut »
Pilot Susi Air Diduga Disandera KKB, Pendekatan Dialog Diutamakan demi Keselamatan SanderaPendekatan dengan cara persuasif atau dialog didorong dalam upaya penyelamatan pilot Susi Air yang diduga disandera oleh pihak KKB.
Baca lebih lajut »
Psikolog Ungkap Alasan Seseorang Memilih ChildfreePsikolog ungkap seseorang memilih childfree bukan cuma karena trauma, bisa jadi terkait gaya hidup hingga menunggu kesiapan diri.
Baca lebih lajut »
Psikolog: Bermain Gim atau Gadget Tanpa Pengelolaan Diri Dapat Pengaruhi KejiwaanPsikolog dari UGM, Novi Poespita Candra, menjelaskan pentingnya membuat batasan saat bermain gim dan menggunakan gadget atau gawai agar tidak kecanduan.
Baca lebih lajut »
Childfree Adalah Pilihan, Ungkap PsikologPsikolog anak dan keluarga Rosdiana Setyaningrum, M.Psi, MHPEd memandang bahwa pasangan atau seseorang yang memutuskan untuk tidak memiliki anak atau childfree merupakan sebuah pilihan dan setiap individu mempunyai beragam alasan yang melatarbelakanginya, dikutip dari ANTARA.
Baca lebih lajut »