PSI, Gelora, hingga Hanura Nyatakan Menolak Pemilu Proporsional Tertutup

Indonesia Berita Berita

PSI, Gelora, hingga Hanura Nyatakan Menolak Pemilu Proporsional Tertutup
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 tempodotco
  • ⏱ Reading Time:
  • 23 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 13%
  • Publisher: 63%

PSI, Gelora, hingga Hanura Nyatakan Menolak Pemilu Proporsional Tertutup TempoNasional

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah partai non-parlemen menyatakan menolak sistem proporsional tertutup dalam Pemilu. Sistem pemilu dengan coblos gambar partai itu tengah menjadi pembicaraan setelah enam warga sipil mengajukan gugatan judicial review terhadap Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum ke Mahkamah Konstitusi.Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Gelora Rico Marbun menyebut pihaknya secara konsisten mendukung pemilu proposional terbuka.

PSI bahkan telah mengajukan diri sebagai pihak terkait dalam gugatan Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum di MK. 'Kami meminta Mahkamah Konstitusi untuk tetap konsisten dengan Putusan MK Nomor 22-24/PUU-VI/2008 pada 23 Desember 2008, dengan mempertahankan pasal 168 ayat UU No.7 tahun 2017 sebagai wujud ikut menjaga kemajuan demokrasi Indonesia,” kata Isyana. Selanjutnya soal 8 parpol tolak proporsional tertutup...

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

tempodotco /  🏆 12. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Fahri: Meski Bukan Gabung ke Gelora, Kini Warna Kang Emil Lebih JelasFahri: Meski Bukan Gabung ke Gelora, Kini Warna Kang Emil Lebih JelasGabungnya Gubernur Jabar Ridwan Kamil ke Golkar jadi sorotan. Kang Emil dinilai berani memilih jalan politik.
Baca lebih lajut »

Partai Gelora: Jadwal Pilpres 2024 Sangat Tidak Masuk AkalPartai Gelora: Jadwal Pilpres 2024 Sangat Tidak Masuk AkalDengan tahapan pendaftaran capres pada Oktober 2023 kemudian lanjut masa kampanye hanya 75 hari dinilai Pilpres 2024 tidak masuk akal.
Baca lebih lajut »

Sebut Jadwal Pilpres 2024 Tak Masuk Akal, Bappilu Gelora Bebebrkan SituasinyaSebut Jadwal Pilpres 2024 Tak Masuk Akal, Bappilu Gelora Bebebrkan SituasinyaMenyoroti jadwal Pemilu 2024 terutama Pilpres. Partai Gelora menganggap jadwalnya dinilai tak masuk akal. Pasalnya, dengan kampanye hanya 75 hari, sulit menyamp
Baca lebih lajut »

Sebut Jadwal Pilpres 2024 Tak Masuk Akal, Bappilu Gelora Beberkan SituasinyaSebut Jadwal Pilpres 2024 Tak Masuk Akal, Bappilu Gelora Beberkan SituasinyaMenyoroti jadwal Pemilu 2024 terutama Pilpres. Partai Gelora menganggap jadwalnya dinilai tak masuk akal. Pasalnya, dengan kampanye hanya 75 hari, sulit menyamp
Baca lebih lajut »

Elektabilitas Ketum Parpol Lemah Versi Survei, Partai Gelora: Susutnya Kualitas DemokrasiElektabilitas Ketum Parpol Lemah Versi Survei, Partai Gelora: Susutnya Kualitas DemokrasiHasil survei politik, sejumlah ketum parpol malah terkesan 'melemah' bersaing dengan kader atau figur luar parpol.
Baca lebih lajut »

Jaksa Nyatakan Tak Ada Hal yang Meringankan Tuntutan Sambo, Ini AlasannyaJaksa Nyatakan Tak Ada Hal yang Meringankan Tuntutan Sambo, Ini AlasannyaJaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum), Fadil Zumhana mengungkapkan alasan mengapa tak ada hal yang meringankan dalam tuntutan Ferdy Sambo.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 17:22:43