The Fed memproyeksikan produk domestik bruto (PDB) AS turun 6,5 persen tahun ini.
REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Bursa saham utama Amerika Serikat berakhir bervariasi pada perdagangan Rabu . Dow Jones Industrial Avarage dan S&P 500 ditutup melemah sedangkan Nasdaq menguat. Baca Juga DJIA dan S&P 500 melemah setelah bank sentral AS, The Fed, memproyeksikan produk domestik bruto negaranya turun 6,5 persen tahun ini. Sementara penguatan Nasdaq ditopang oleh Microsoft dan Apple yang mampu mempertahankan sebagian besar keuntungannya.
Dalam proyeksinya, The Fed juga memperkirakan tingkat pengangguran akan berada di level 9,3 persen pada akhir tahun. Bank sentral tersebut tampaknya juga akan mempertahankan suku bunga pinjaman mendekati nol persen hingga 2022 mendatang. "Meskipun proyeksinya PDB dan tingkat pengangguran akan membaik, keduanya butuh waktu lama untuk pulih," kata analis Globalt, Tom Martin, Rabu , dikutip Reuters.
DJIA turun sebesar 1,04 persen atau kehilangan 282,31 poin ke level 26.989,99. Sementara S&P 500 melemah 0,53 persen atau turun 17,04 poin ke level 3.190,14. Sedangkan Nasdaq melanjutkan penguatannya sebesar 0,67 persen atau naik 66,59 poin menjadi 10.020,35. Kali ini, The Fed mengulangi janjinya untuk menjaga kebijakan moneter longgar sampai ekonomi AS kembali pulih. Janji tersebut juga pernah disampaikan saat bank sentral pertama kali memberi tanggapan mengenai pandemi Covid-19.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Harga Emas Turun di Tengah Proyeksi the FedKontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus turun US$ 1,2 atau 0,07 persen menjadi US$ 1.720,70 per ounce.
Baca lebih lajut »
Harga Emas Turun Tipis Usai Proyeksi Suram The Fed'(Emas) mencapai tertinggi harian setelah pernyataan FOMC, yang melukiskan gambaran yang cukup suram bagi ekonomi AS, meskipun tidak terduga.'
Baca lebih lajut »
Bursa Asia Turun karena Proyeksi Suku Bunga the FedInvestor mencermati perkiraan ekonomi the Fed yang mempertahankan suku bunga tidak berubah.
Baca lebih lajut »
Fed Tahan Suku Bunga Hingga 2022, Ekonomi AS Diproyeksi Tumbuh 5% 2021the Fed mengindikasikan mempertahankan kebijakan itu hingga 2022 atau ketika ekonomi pulih dari pandemi virus corona.
Baca lebih lajut »
Dampak Corona, The Fed Pertahankan Bunga Acuan 0 PersenThe Fed mempertahankan suku bunga acuan 0 persen hingga pemulihan akibat pandemi virus corona berlangsung.
Baca lebih lajut »
Dolar AS Melemah Menunggu Langkah The Fed |Republika OnlineKetidakpastian hasil pertemuan Fed dapat menjaga dolar di bawah tekanan.
Baca lebih lajut »