Kejaksaan tinggi Peru bakal menyelidiki Presiden Dina Boluarte dan anggota kabinet atas tewasnya 40 demonstran dalam bentrokan.
TEMPO.CO, Jakarta - Kantor kejaksaan tinggi Peru pada Selasa mengatakan pihaknya meluncurkan penyelidikan terhadap Presiden baru Dina Boluarte dan anggota kabinetnya, menyusul bentrokan kekerasan yang telah menewaskan sedikitnya 40 demonstran dan ratusan lainnya terluka sejak awal Desember.
Penggulingan Castillo, yang terjadi setelah dia berusaha membubarkan Kongres, telah memicu gelombang protes di seluruh negeri. Para pengunjuk rasa menuntut pengunduran diri Boluarte, pembubaran Kongres, perubahan konstitusi dan pembebasan Castillo.Anggota parlemen pada Selasa akan memberikan suara mereka dalam mosi percaya pada kabinet Boluarte, yang diperlukan untuk memimpin pemerintahan baru.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Ditolak Masuk PeruPenolakan Evo Morales terjadi di tengah protes mematikan yang telah berlangsung selama berminggu-minggu di Peru.
Baca lebih lajut »
MK Diminta Batalkan Larangan Presiden dan Wakil Presiden Maksimal Dua PeriodeMajelis panel hakim konstitusi akan menggelar rapat permusyawaratan hakim soal uji materi pasal di UU Pemilu yang melarang presiden dan wakil presiden dua periode untuk mengajukan diri sebagai capres-cawapres. Polhuk AdadiKompas
Baca lebih lajut »
Jokowi dan Maruf Amin Hadiri HUT ke-50 PDIPPresiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin hadir di acara HUT ke-50 PDIP. Saat hendak ke tempat acara di Jiexpo, Tampak Jokowi berjalan didampingi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Baca lebih lajut »
Jokowi: Saya Sangat Senang Capres PDIP Kader Sendiri | merdeka.comPresiden Jokowi mengaku sangat senang calon presiden 2024 dari PDIP merupakan kader sendiri.
Baca lebih lajut »