Pengamat ekonomi politik Christianto Wibisono mengatakan, ada persekongkolan para elite dan politisi yang mendesain demonstrasi besar beberapa waktu lalu. mediasosial
"Seperti penolakan BEM atas gesture presiden menerima di Istana. Persis seperti kala Mayjen Soeharto menolak Presiden Soekarno ke Halim 1 Oktober 1965," kata Christianto dalam seminar bertajuk Muara Unjuk Rasa: NKRI Mau Dibawa Ke Mana? di Jakarta, Kamis, .
"Naluri intelijen itu harus diasah. Saya berharap presiden sudah paham dan juga bisa merasakan bahwa tanpa kemampuan unit intelijen yang kuat bisa mengancam stabilitas keamanan negara," ungkap Suhendra. "Ancaman terbesar dari bangsa ini adalah missinformation dan propaganda media sosial," terang Connie.
"Beruntungnya, para pengawal Jokowi cukup kuat mengawal pemerintahan ini sehingga sampai saat ini pemerintah Jokowi masih aman terkendali," ujar Rudi.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Sylvano Comvalius Tanggapi Badai Kritik di Media SosialComvalius tengah dirundung hujan kritik lantaran performanya tidak sesuai ekspetasi. Apa tanggapan Comvalius? Bola
Baca lebih lajut »
Polri: Polwan NOS Diduga Terpapar ISIS dari Media Sosial\nSaat ini, tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri masih memeriksa oknum tersebut.
Baca lebih lajut »
Ini Alasan Bupati Banjarnegara Pamer Slip Gaji di Media Sosial...Viral foto slip gaji Bupati Banjarnegara menjadi sorotan masyarakat. Budhi berharap pemerintah pusat dengan kesejahteraan para kepala daerah.
Baca lebih lajut »
Media sosial picu perubahan beragama di Indonesia, kata penelitiPeneliti dari University of Vienna Prof Dr Martin Slama mengatakan media sosial telah memicu perubahan dalam beragama orang ...
Baca lebih lajut »
Pengamat Ingatkan Risiko Terjadinya Perang karena Media Sosial'Ancaman senjata itu tidak saja berbentuk pistol, tapi bisa juga media sosial,' ujar Connie Rahakundini Bakrie.
Baca lebih lajut »