SKK Migas mencatat realisasi produksi terangkut atau lifting minyak dari Blok Pangkah mencapai 7.620 barel minyak per hari (bopd) pada 2022.
Bagikan A- A+ Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi menilai positif torehan kerja produksi minyak dan gas dari Wilayah Kerja Pangkah yang dioperasikan Saka Indonesia Pangkah Limited selaku anak usaha PGN Saka, afiliasi PGN Subholding Gas Pertamina.
“Ketika secara nasional lifting migas dan minyak masih belum mencapai target, kinerja SIPL sangat luar biasa, kami berharap di 2023, kinerja yang membanggakan ini dapat terus dipertahankan,” kata Pengawas Internal SKK Migas Eko Indra Heri dikutip dari siaran pers, Selasa . Sementara itu, CEO PGN Saka Avep Disasmita mengatakan, pihaknya bakal melakukan 3D seismic 500 kilometer persegi untuk mendapatkan data terbaru dari Lapangan Pangkah dan sekitarnya pada tahun ini. Kegiatan itu telah disetujui oleh SKK Migas sebagai percepatan komitmen kerja pasti .
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
SKK Migas Apresiasi Produksi Pangkah PGN Saka Lampaui Target APBN 2022 |Republika OnlinePada 2023 PGN Saka akan agresif melakukan kegiatan untuk mempertahankan produksi
Baca lebih lajut »
Produksi WK Pangkah PGN Saka Lampaui Target APBN 2022PGN Saka pada 2023 akan mengadakan 3D Seismic 500 KM2 untuk mendapatkan data dan memperbaiki data yang sudah ada di Lapangan Pangkah dan sekitarnya.
Baca lebih lajut »
Lewati Target APBN 2022, SIPL Catat Produksi Minyak 7.620 BPHSaka Indonesia Pangkah Limited (SIPL) mencatatkan produksi minyak mencapai 7.620 barel minyak per hari (bph) Dan gas sebesar 50.51.juta kaki kubik per hari (MMSCFD) yang berasal dari Blok Pangkah.
Baca lebih lajut »
Produksi Migas Anak Usaha PGN Sukses Lampaui TargetSaka Indonesia Pangkah Limited (SIPL), anak usaha PGN Saka, berhasil mencatatkan kinerja produksi migas yang positif selama 2022.
Baca lebih lajut »
Konsorsium Dinilai Bakal Lebih Kuat Kelola Blok MaselaKementerian ESDM menyebut Pertamina merupakan calon terdepan pengganti Shell yang hengkang dari Blok Masela. Namun, sejumlah pengamat menilai konsorsium bisa jadi solusi atas kebutuhan mengelola lapangan migas tersebut. Ekonomi AdadiKompas
Baca lebih lajut »