Menurut Zelensky, hak veto yang dimiliki Rusia membuat PBB buntu. Dia juga menyebutkan, hak veto Rusia sebenarnya milik Uni Soviet.
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Rabu meminta PBB mencabut hak veto Rusia di Dewan Keamanan .
Mengenakan seragam militer khasnya, Zelensky menunjukkan ekspresi tidak tertarik saat pejabat Rusia berbicara, dengan memainkan ponselnya.“Sebagian besar dunia mengakui kebenaran mengenai perang ini,” kata Zelensky, dikutip dari kantor berita“Ini adalah agresi kriminal dan tidak beralasan yang dilakukan Rusia terhadap negara kami yang bertujuan merebut wilayah-wilayah dan sumber daya Ukraina,” lanjutnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Zelensky Minta Dewan Keamanan PBB Cabut Kekuasaan Hak Veto RusiaPresiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta Dewan Keamanan PBB untuk mencabut kekuasaan hak veto Rusia.
Baca lebih lajut »
Presiden Ukraina Zelensky Bakal Hadiri Sidang Majelis Umum PBBPresiden Ukraina Volodymyr Zelensky dijadwalkan akan memberikan pidato di para pemimpin dunia di PBB pada Selasa 19 September 2023.
Baca lebih lajut »
Di Majelis Umum PBB, Presiden Iran Sebut AS Perburuk Perang di Ukraina'AS telah mengipasi api kekerasan di Ukraina untuk melemahkan negara-negara Eropa. Ini adalah rencana jangka panjang, sayangnya,' kata Presiden Iran.
Baca lebih lajut »
Menjelang Sidang PBB, Zelenskyy Pertanyakan Mengapa Rusia Masih Jadi Anggota PBBZelenskyy baru saja tiba di AS untuk menyampaikan kasus negaranya kepada dunia, dan dalam rangka meminta Washington terus membantu upaya mengusir Rusia
Baca lebih lajut »
Rangkuman Hari Ke-573 Serangan Rusia ke Ukraina: Seruan Damai di Majelis Umum PBBPada perang Rusia-Ukraina hari ke-573, sejumlah pemimpin negara menyerukan diakhirinya perang dalam sidang Mejalis Umum PBB di New York.
Baca lebih lajut »
Saat Konfrontasi Menegangkan Rusia dan Ukraina Hantui Sidang Dewan Keamanan PBBKonfrontasi terbuka antara Rusia dan Ukraina menghantui sidang Dewan Keamanan PBB Rabu (20/9/2023), menjadi momen yang dipantau oleh dunia diplomatik
Baca lebih lajut »