Ada lima provinsi dengan kenaikan kasus paling tinggi per tanggal 5 Agustus 2021.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo meminta jajarannya, khususnya TNI dan Polri, untuk merespons cepat lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di sejumlah daerah di luar Pulau Jawa dan Bali dalam rentang waktu dua pekan terakhir. Tercatat angka kasus positif di luar Jawa-Bali pada tanggal 25 Juli 2021 sebanyak 13.200 kasus atau 34 persen dari kasus baru nasional, kemudian per 1 Agustus 2021 naik menjadi 13.
Kemudian pada Jumat , angka kasus aktif di Sumatra Utara naik menjadi 22.892 kasus, Riau naik menjadi 14.993 kasus aktif, Sumtera Barat naik menjadi 14.712 kasus aktif, sementara kasus aktif di Kalimantan Timur dan Papua mengalami penurunan. "Kalau sudah kasusnya gede seperti itu, mobilitas masyarakat harus direm. Yang pertama yang paling penting –ini Gubernur semua harus tahu, Pangdam, Kapolda, semua harus tahu. Artinya mobilitas manusianya yang direm. Paling tidak dua minggu," katanya.
Ketiga, Presiden menginstruksikan agar para pasien positif Covid-19 segera dibawa ke tempat isolasi terpusat . Terkait hal tersebut, Presiden meminta kepala daerah baik gubernur, bupati, maupun wali kota untuk menyiapkan tempat-tempat isolasi terpusat di daerahnya masing-masing dengan memanfaatkan fasilitas umum seperti gedung olahraga, balai, hingga sekolah.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Ada 7,5 Miliar Twit K-Pop pada Juli 2020-Juni 2021, Terbanyak dari Indonesia
Baca lebih lajut »
UPDATE 6 Agustus: Ada 507.129 Kasus Aktif Covid-19 Di IndonesiaJumlah kasus aktif Covid-19 ini didapatkan setelah terjadi penurunan sebanyak 11.181 kasus.\n\n
Baca lebih lajut »
Presiden Tunisia: Tak ada jalan untuk kembaliPresiden Tunisia Kais Saied mengatakan pada Kamis, tak ada "jalan untuk kembali" dari keputusannya membekukan parlemen dan mengambil alih kekuasaan ...
Baca lebih lajut »
Satgas: Masih ada 50 Kabupaten/ Kota yang Sumbang Kasus Aktif TinggiAdapun, daerah dengan kasus diatas 1.000 kasus masih sebesar 25,49% atau 131 kabupaten/kota. Sementara sebesar 11,09% atau 57 kabupaten/kota kurang dari 50 kasus dan 0,39% atau 2 kabupaten/kota dengan 0 kasus.
Baca lebih lajut »
Epidemiolog: Ada Potensi 1 Juta Kasus tak Terdeteksi |Republika OnlineAngka kematian masih belum menggambarkan kasus keseluruhannya.
Baca lebih lajut »