Survei elektabiltas terbaru menunjukkan bahwa Anies Baswedan tertinggal jauh dari Prabowo dan dua kepala daerah lainnya SurveiElektabilitas
jpnn.com, JAKARTA - Persepsi publik terhadap kepala daerah masih sangan dipengaruhi pandemi virus corona . Terutama bagi mereka yang digadang-gadang sebagai kandidat kuat untuk bertarung di pemilihan presiden 2024 mendatang. Survei New Indonesia yang dirilis baru-baru ini menunjukkan bahwa persepsi publik terhadap kinerja penanganan COVID-19 berbanding lurus dengan elektabilitas.
Berturut-turut di bawahnya gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa , walikota Surabaya Tri Rismaharini , dan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan . Selain itu ada pula nama Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah , Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi , Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto , dan Gubernur Banten Wahidin Halim . Nama-nama lain tidak mencapai 1 persen, dan sisanya tidak tahu atau tidak menjawab 18,8 persen.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Anies Izinkan Reklamasi Dufan dan Ancol Total 155 HektareAnies Baswedan menerbitkan keputusan gubernur yang memberikan izin reklamasi Ancol dan Dufan.
Baca lebih lajut »
Eko Honorer K2: Hanya Bu Risma dan Pak Anies yang Waras, Lainnya Kayak LintahKami honorer K2 sudah kerja belasan hingga puluhan tahun tetapi kesejahteraan bak bumi dan langit jika dibandingkan PNS. honorerK2
Baca lebih lajut »
67 RS Siap Tangani Covid-19, Anies: Baru Digunakan 35%Ada 67 rumah sakit yang disiapkan untuk menangani pasien covid-19. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan fasilitas yang digunakan baru mencapai 35%.
Baca lebih lajut »
Anies Sebut Fasilitas Kesehatan di Jakarta Baru Terpakai 35 Persen untuk Tangani Covid-19Ia pun meminta masyarakat mendoakan tenaga kesehatan yang bekerja untuk menangani Covid-19.
Baca lebih lajut »
Anies Minta Pusat Beri Ruang Daerah Tingkatkan PendidikanSejumlah pemerintah daerah ingin diberikan ruang lebih dalam membangun kualitas pendidikan, salah satunya rekrutmen guru untuk daerah terpencil.
Baca lebih lajut »