Sebuah penelitian yang diterbitkan Internet Policy Review mengatakan, penutupan Facebook berpotensi mendatangkan bencana sosial dan ekonomi
JAKARTA - Sebuah survei mengungkap kekecewaan masyarakat Amerika yang semakin meningkat terhadap Facebook. Mereka semakin tidak senang dengan platform media sosial itu dan juga terhadap personal pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg.Survei dilakukan Accountable Tech/GQR Research pada 15-19 Juli 2020. Hasilnya, 47 persen responden melihat Facebook tidak menyenangkan berbanding 43 persen yang masih suka.
Hasil lainnya adalah 69 persen responden percaya Facebook terlalu berkuasa, 57 persen percaya Facebook mengancam masyarakat, dan 71 persen bilang Facebook mementingkan keuntungan sekalipun plaform itu membahayakan masyarakat. Penolakan Facebook untuk cek fakta iklan politis juga menjadi sangat tidak populer, sebaliknya dengan gerakan Stop Hate for Profit serta boikot iklan di Facebook.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pujasera Blok S Ditutup Setelah Ada Pedagang Positif Covid |Republika OnlinePujasari Blok S ditutup selama tiga hari terhitung mulai 13 sampai dengan 15 Agustus.
Baca lebih lajut »
Teks Khutbah Jumat: Pendidikan Islam bagi Generasi Milenial |Republika OnlinePeralihan generasi itu terus berlangsung sampai hari kiamat.
Baca lebih lajut »
Tambah Rp 22 Triliun, Total Plafon KUR di 2020 Capai Rp 198 TriliunPlafon KUR akan terus ditingkatkan secara bertahap sampai dengan Rp 325 Triliun pada 2024.
Baca lebih lajut »
Jangan Dikenakan, Ini 4 Masker Wajah Terburuk Versi PenelitiPeneliti Duke University, Dr. Martin Fischer memaparkan belasan Masker Wajah yang kurang efektif dalam pencegahan penularan virus Covid-19.
Baca lebih lajut »
Jangan Ketinggalan, Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 4 Ditutup Malam IniPendaftaran peserta Kartu Prakerja Gelombang IV akan ditutup pada hari ini, Rabu, 12 Agustus 2020, pukul 24.00 WIB.
Baca lebih lajut »