Poltracking Diduga Terima Uang Korupsi Bupati Kapuas untuk Dongkrak Elektabilitas di Survei

Indonesia Berita Berita

Poltracking Diduga Terima Uang Korupsi Bupati Kapuas untuk Dongkrak Elektabilitas di Survei
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 liputan6dotcom
  • ⏱ Reading Time:
  • 58 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 27%
  • Publisher: 83%

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga PT Poltracking Indonesia menerima aliran uang korupsi Bupati nonaktif Kapuas Ben Brahim S Bahat (BBSB). Uang diberikan agar Poltracking mendokrak popularitas Ben dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Tengah (Kalteng).

Liputan6.com, Jakarta Komisi Pemberantasan Korupsi menduga PT Poltracking Indonesia menerima aliran uang korupsi Bupati nonaktif Kapuas Ben Brahim S Bahat . Uang diberikan agar Poltracking Indonesia mendokrak popularitas Ben dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Kalimantan Tengah .

Anggraini diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan pemotongan anggaran seolah-olah sebagai utang kepada penyelenggara negara disertai dengan penerimaan suap di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Sementara Christine selaku Finance Hotel Intercontinental Pondok Indah dan Raden Kusmartono selaku PPAT/Notaris mangkir, alias tak memenuhi panggilan tim penyidik.KPK menyatakan akan mendalami aliran uang korupsi Ben Bahat ke dua lembaga survei. Sebelumnya KPK sudah memeriksa Direktur Keuangan PT Indikator Politik Indonesia Fauny Hidayat, pada Senin, 26 Juni 2023.

KPK menetapkan Bupati Kapuas, Ben Brahim Bahat dan istrinya Ary Egahni yang merupakan anggota DPR RI sebagai tersangka kasus korupsi. Keduanya diduga turut campur dalam pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, sebesar Rp 8,7 m... KPK turut menyebut Ben dan Ary juga memakai uang korupsinya untuk membayar dua lembaga survei guna mendongkrak elektabilitas.

Ary diduga aktif turut campur dalam proses pemerintahan, antara lain dengan memerintahkan beberapa Kepala SKPD untuk memenuhi kebutuhan pribadinya.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

liputan6dotcom /  🏆 4. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

KPK Duga Poltracking Indonesia Terima Aliran Uang untuk Dongkrak Popularitas Bupati Kapuas - Jawa PosKPK Duga Poltracking Indonesia Terima Aliran Uang untuk Dongkrak Popularitas Bupati Kapuas - Jawa Pos"Para saksi hadir dan didalami pengetahuannya terkait dugaan kepemilikan berbagai aset tersangka BBSB dkk," ucap Ali.
Baca lebih lajut »

Kasus Korupsi Bupati Kapuas, KPK Jadwalkan Panggil Manajer Keuangan PoltrackingKasus Korupsi Bupati Kapuas, KPK Jadwalkan Panggil Manajer Keuangan PoltrackingTim penyidik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menjadwalkan pemanggilan terhadap manajer keuangan PT Poltracking Indonesia, Anggraini Setio Ayuningtyas.
Baca lebih lajut »

KPK Duga Poltracking Indonesia Terima Duit Buat Dongkrak Popularitas Bupati Kapuas di Pilgub Kalteng - Tribunnews.comKPK Duga Poltracking Indonesia Terima Duit Buat Dongkrak Popularitas Bupati Kapuas di Pilgub Kalteng - Tribunnews.comKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga PT Poltracking Indonesia menerima aliran duit korupsi Bupati nonaktif Kapuas Ben Brahim S Bahat (BBSB). PTPoltrackingIndonesia korupsi
Baca lebih lajut »

Kejagung Periksa Menpora, Begini Rincian Dugaan Aliran Uang Korupsi BTS Kominfo Untuk Redam PerkaraKejagung Periksa Menpora, Begini Rincian Dugaan Aliran Uang Korupsi BTS Kominfo Untuk Redam PerkaraKejaksaan Agung RI akan memeriksa Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Ario Bimo Nandito Ariotedjo alias Dito Ariotedjo. . 'Benar-benar sumir dan saya tidak tahu apa-apa. Nanti kita datang saja (ke Kejaksaan Agung),' kata Menpora Dito Ariotedjo di lingkungan Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/7/2023).
Baca lebih lajut »

Kejagung Duga Uang Rp 27 Miliar untuk Amankan Kasus Korupsi BTSKejagung Duga Uang Rp 27 Miliar untuk Amankan Kasus Korupsi BTSKejaksaan Agung atau Kejagung menduga uang Rp 27 miliar terkait dengan upaya mengamankan penyidikan kasus korupsi BTS Bakti Kominfo.  - Halaman 1
Baca lebih lajut »

Begini Rincian Dugaan Aliran Uang Korupsi BTS Kominfo, Selain ke Dito AriotedjoSelain ke Menpora Dito Ariotedjo, duit korupsi BTS Kominfo ditengarai mengalir ke mana-mana.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 20:45:36