Diduga 10 orang anggota polisi menyerang RS yang berdiri di Medan itu.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi II DPR, Junimart Girsang mempertanyakan transparansi Polri dalam penanganan kasus penyerangan Rumah Sakit Bandung di Jalan Mistar, Medan Petisah, Kota Medan. Penyerangan tersebut diduga dilakukan 10 orang oknum polisi yang bertugas di Polda Sumatera Utara pada Ahad .
Baca Juga Ia mengatakan, alasan perlunya penindakan tegas, karena penyerangan RS dengan alasan apapun tidak bisa ditolerir."Untuk itu harus ada transparansi atas penanganan kasus ini, jangan terkesan ditutup-tutupi," katanya. Junimart mengingatkan, jangan sampai seolah memperkuat dugaan publik perbuatan para terduga pelaku dilindungi oleh instansinya. Ia khawatir akan menambah deretan perilaku anggota yang membuat Polri semakin terdegradasi.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Bareskrim Polri Usut Temuan Propilen Glikol Diduga Dioplos di DepokDrum berisi propilen glikol (PG) yang ditemukan di kebun pisang kawasan Tapos, Depok, Jawa Barat diduga dioplos sehingga tercemar senyawa kimia perusak ginjal etilen glikol (EG)/dietilen glikol (DEG).
Baca lebih lajut »
Publik Nantikan Penanganan Dugaan Setoran Tambang IlegalTransparansi Polri terkait kasus dugaan pemberian setoran dari aktivitas tambang ilegal di Kaltim, yang diduga libatkan petinggi Polri, tentukan persepsi publik terhadap institusi kepolisian tuntaskan kasus tersebut. Polhuk AdadiKompas
Baca lebih lajut »
Ditemukan Bedak Bayi dan Kapur Barus di Sekitar Mayat Kalideres, Diduga untuk Hilangkan BauKapolsek Metro Kalideres, AKP Syafri Wasdar mengatakan ada bedak bayi dan kapur barus di sekitar jasad yang ditemukan di Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat.
Baca lebih lajut »