'Kita sudah tahu orang-orangnya,' kata Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Ananda.
"Kita sudah tahu orang-orangnya," kata Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Ananda. REPUBLIKA.CO.ID, WAMENA -- Kepolisian Resor Jayawijaya, Papua, menetapkan tiga orang masuk dalam Daftar Pencarian Orang karena terindikasi kuat sebagai bagian dari pelaku kerusuhan di Wamena, Jayawijaya pada 23 September 2019. Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Ananda Swadaya di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Ahad , mengatakan tiga orang itu harus ditangkap untuk pengembangan kasus lebih lanjut.
Tonny memastikan setelah pemeriksaan terhadap 12 orang yang diamankan, sembilan di antaranya sudah mengarah sebagai tersangka."Sembilan orang sudah mengarah ke tersangka. Pengembangan masih terus dilakukan hingga memperoleh siapa aktor di balik kerusuhan itu," katanya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Polisi tetapkan tiga orang masuk DPO kerusuhan WamenaKepolisian Resor Jayawijaya, Papua, menetapkan tiga orang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena terindikasi kuat sebagai bagian dari pelaku ...
Baca lebih lajut »
Polisi tetapkan 380 tersangka bentrokan pada demo di SenayanPolisi telah mengamankan 1.365 perusuh pada bentrokan antara massa dan aparat keamanan di sekitar Komplek Parlemen Senayan, ...
Baca lebih lajut »
Polisi Tetapkan 380 Tersangka Terkait Aksi Massa di JakartaSebanyak 380 tersangka ditetapkan dari 1.365 orang yang diamankan oleh polisi.
Baca lebih lajut »
Gerebek Rumah DPO Begal, Polisi Temukan Bondet dan Tiga MotorPolisi menggerebek rumah dua DPO begal motor di Pasuruan. Dari penggerebekan tersebut, polisi mengamankan 7 bondet pimpong dan 3 motor diduga hasil kejahatan.
Baca lebih lajut »
Pria Bunuh 4 Orang di Markas Polisi ParisSeorang pria berpisau mengamuk di markas polisi Paris, Prancis, Kamis (3/10).
Baca lebih lajut »
Polisi Klaim Ibu Kandung Yadi Tolak Autopsi Jenazah AnaknyaPolisii mengklaim bu kandung korban tewas saat aksi demonstrasi Maulana Suryadi alias Yadi menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jasad anaknya.
Baca lebih lajut »