Meski berdamai, kedua pihak tetap diberikan sanksi.
REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Kapolresta Bogor Kota, Jawa Barat, Kombes Pol Hendri Fiuser memutasikan anggotanya, Aipda R usai insiden penendangan salah satu ojek online saat pengamanan rangkaian Presiden Joko Widodo di Tugu Kujang, Kota Bogor. Menurutnya, Aipda R imutasi lantaran tidak bisa menahan emosi saat menghadapi pelanggar lalu lintas.
Aipda R dipindahtugaskan ke bagian administrasi agar tidak mengulangi perbuatan serupa."Karena bagaimana pun harus bisa menahan diri apa pun keadannya. Walaupun capek lelah, itu harus bisa menahan diri," ucap Hendri. Hendri menerangkan, peristiwa itu bermula ketika Satlantas Polresta Bogor Kota mengamankan rangkaian kebesaran Presiden Joko Widodo di Tugu Kujang, Kota Bogor, sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, rangkaian Presiden Jokowi tengah menuju Istana Bogor dari Halim Perdana Kusuma, Jakarta.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kapolres Bogor Klarifikasi Viral Polisi Tendang Driver OjolKapolres Bogor Kota Hendri Fiuser mengatakan anggotanya telah mengingatkan driver ojol memasuki area tempat Presiden melintas, namun pengemudi tetap menerobos.
Baca lebih lajut »
Terancam Mutasi, Polisi Penendang Ojol di Bogor Minta MaafKapolres Bogor Kota Hendri Fiuser menyebut dalam kondisi selelah dan sekesal apapun polisi tak boleh memukul masyarakat. Polisi harus mengayomi masyarakat.
Baca lebih lajut »
KontraS: Polisi Represif pada Pelajar, Karyawan Hingga OjolCatatan KontraS, ada 390 orang yang mengadu lantaran mengalami kekerasan dari aparat saat unjuk rasa 24, 25 dan 30 September lalu.
Baca lebih lajut »
Insiden Tendangan, Polisi Mediasi Ojol dan Polantas yang Amankan Jalur Jokowi'Hari ini kami lagi mau mediasi. Mau diusahakan mediasi dengan ojek online-nya. Saya belum mengkonfirmasi dari pihak ojek online-nya,' kata Ipda Desty Irianti.
Baca lebih lajut »
Masih di Australia, Polisi Pastikan Kasus Veronica Tetap BerlanjutPolda Jawa Timur (Jatim) mengaku kesulitan memboyong Veronica Koman dari Australi ke Indonesia untuk menjalani proses hukum...
Baca lebih lajut »