Pelaku begal sadis dari Komplotan Guntur ditembak mati dalam pengejaran oleh polisi.
REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Kepolisian Resor Kota Besar Medan menangkap empat pelaku begal sadis. Dua di antaranya ditembak mati dalam penangkapan.
Sementara itu, kedua pelaku lainnya ialah TAH dan MF . Keduanya mendapat tembakan di bagian kaki kanan dan kirinya. Kapolrestabes Medan menjelaskan, penangkapan keempat tersangka terjadi pada Sabtu sekitar pukul 16.00 WIB. Penangkapan dimulai dari tersangka TAH, di Jalan Sampul Medan, dan tersangka MF, di Jalan Sosial Medan.
Setelah dilakukan interogasi, di dapat satu nama tersangka lainnya atas nama LH. Tim lalu melakukan pengejaran dan menangkap tersangka di Jalan Diponegoro.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Polisi Tangkap Komplotan Begal Depok di Gunung SindurKedua begal yang ditangkap polisi di Gunung Sindur tersebut masih berusia 20 dan 19 tahun. Megapolitan
Baca lebih lajut »
Lagi, Polisi Ringkus 4 Anggota Komplotan Becak HantuDengan penangkapan ini, total sudah 27 anggota komplotan becak hantu yang ditangkap polisi.
Baca lebih lajut »
Jual Materai Palsu Hasil Rekondisi Bekas Pakai, Komplotan ini Diciduk PolisiPara pelaku menggunakan cairan aseton untuk menghapus tulisan maupun stempel di materai lama yang telah dipakai. Materai itu kemudian dijual kembali ke warung.
Baca lebih lajut »
Dua Tahun Beraksi, Komplotan Pemalsu Materai Digulung PolisiPolisi menciduk komplotan pemalsu materai di kawasan Jagakarsa dan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Polisi menciduk komplotan...
Baca lebih lajut »
Militan dan Polisi Tewas dalam Baku Tembak di KashmirSeorang militan dan aparat kepolisian dilaporkan tewas dalam baku tembak yang terjadi di Kashmir bagian India, Rabu (21/8).
Baca lebih lajut »
Sandera Penumpang Pakai Pistol Mainan, Pelaku Pembajakan Bus Ditembak Mati PolisiLebih dari 30 orang penumpang bus sempat disandera pelaku selama beberapa jam sebelum akhirnya dibebaskan polisi.
Baca lebih lajut »