Polisi menangkap delapan orang warga karena melawan petugas, saat terlibat bentrokan waktu pengamanan pengukuran lahan untuk pengembangan proyek Rempang Eco City.
Sedangkan untuk isu yang beredar luas di lokasi terkait adanya bayi meninggal saat bentrokan terjadi, Nugroho memastikan bahwa kabar tersebut tidak benar. Dia mengaku pihaknya sudah melakukan klarifikasi di Rumah Sakit Embung Fatimah.
"Alhamdulillah bayi tersebut sehat walafiat, saat ini sudah dipulangkan ke rumahnya. Bahkan anggota kami juga mengevakuasi ibu-ibu dan anakyang dekat jembatan 4 terdapat sekolah, alhamdulillah siswa siswi di sekolah semua selamat," katanya. Nugroho menjelaskan, dalam kegiatan pengamanan pematokan dan pengukuran lahan untuk pengembangan kawasan Rempang Eco City itu, pihaknya menurunkan tim terpadu yang jumlahnya sebanyak 1010 personel.
Dia berharap, ke depannya masyarakat bisa mendukung program pemerintah yang dinilainya dapat menyejahterakan rakyat bukan untuk menyengsarakan rakyat. "Saya tekankan kepada tim terpadu, pemerintah atas nama negara, apabila menemukan ada orang yang melanggar hukum karena memblokir jalan, mengancam petugas, atau melawan petugas itu termasuk pelanggaran hukum, disitu negara harus hadir dan tidak boleh kalah dengan orang atau sekelompok seperti itu," ujarnya. (Ant/
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Mencekam, Warga Pulau Rempang Bentrok dengan Aparat, Sejumlah Orang TerlukaAparat gabungan TNI, Polri dan BP Batam memaksa masuk ke kampung adat masyarakat Rempang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (7/9/2023).
Baca lebih lajut »
Bentrok Warga Vs Polisi di Pulau Rempang, Sejumlah Elemen Masyarakat Kutuk Tindakan Represif AparatRibuan personel polisi diturunkan untuk mengawal pemasangan patok dan pengukuran di Pulau Rempang, meski masih mendapat penolakan warga.
Baca lebih lajut »
Polisi Sebut Anak Sekolah Rempang Kena Gas Air Mata yang Tertiup AnginPolisi mengatakan belasan anak sekolah terkena gas air mata saat aparat bentrok dengan warga Rempang, Batam, Kamis (7/9).
Baca lebih lajut »
Bentrok Aparat Vs Warga Pulau Rempang Berlanjut Sampai Malam, Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan WargaPetugas gabungan beratribut lengkap masih menjaga di kawasan tersebut sambil terus menembakkan gas air mata untuk membubarkan warga.
Baca lebih lajut »
Ricuh di Rempang Batam, Polisi: Ada Kesepakatan Warga dan BP Batam Soal RelokasiKabid Humas Polda Kepri, Kombes Zahwani Pandra Arsyad menyebut sebelumnya sudah diberikan sosialisasi dan ada kesepakatan antara warga dan BP Batam untuk...
Baca lebih lajut »