Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung akan dilakukan revitalisasi pada Oktober 2023 mendatang, menuai polemik.
LAMPUNG, KOMPAS.TV - Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung akan dilakukan revitalisasi pada Oktober 2023 mendatang. Namun proses relokasi para pedagang didalamnya kini justru menuai polemik.
Pasalnya pedagang yang rencananya akan direlokasi pada akhir bulan September ke pasar terdekat ini, merasa khawatir tidak bisa mendapatkan lapak dagang.Kekhawatiran pedagang muncul lantaran adanya pendataan yang dilakukan secara berulang kali. Selain itu, pedagang juga diminta untuk membuat surat lapak dari perusahaan daerah pasar dengan biaya sebesar Rp150 ribu hingga Rp1,5 juta. Padahal sebelumnya pedagang mengaku sudah memiliki surat tersebut dari dinas perdagangan.
Menyikapi polemik relokasi pedagang pasar Pasir Gintung, Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol mengatakan pendataan pedagang yang dilakukan nantinya akan diverifikasi dengan melibatkan paguyuban pasar dan pedagang senior. Wilson juga memastikan pedagang yang sudah masuk dalam data nantinya akan mendapatkan tempat berjualan di gedung Pasar SMEP yang berkapasitas sekitar 300 lapak.
Pasar Tradisional Pasir Gintung rencananya akan direvitalisasi dan akan dijadikan sebagai pasar rakyat modern 2 lantai yang pembangunannya sendiri sudah menjadi atensi Presiden Joko Widodo yang melakukan peninjauan pada saat kunjunganya ke Lampung.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Atap Rusun Marunda Ambruk, Pemprov DKI Bakal Relokasi Warga hingga RevitalisasiPemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berupaya untuk mengatasi permasalahan atap rumah susun (rusun) Marunda, Jakarta Utara Blok C yang ambruk.
Baca lebih lajut »
Dua Winger Manchester United Berulah: Sancho Lawan Ten Hag, Anthony Terancam PenjaraDua winger Manchster United, Jadon Sancho dan Antony tersandung polemik di tengah inkonsistennya performa Setan Merah.
Baca lebih lajut »
Polemik Royalti Lagu Ahmad Dhani vs Once Mekel, Piyu Padi Bela Siapa?Perseteruan pentolan Dewa 19 Ahmad Dhani dan Once Mekel baru saja mereda. Di luar itu, Piyu Padi ungkap pandangannya terhadap polemik hak cipta di Indonesia.
Baca lebih lajut »
Luhut Buka Suara soal Polemik Penghapusan PertaliteMenko Marves Luhut Binsar Panjaitan mengakui pemerintah tengah mengkaji wacana penghapusan pertalite berkaitan dengan upaya menekan polusi udara di Indonesia.
Baca lebih lajut »