Polemik Distribusi Mempengaruhi Suplai Gula - Ekonomi dan Bisnis - koran.tempo.co

Indonesia Berita Berita

Polemik Distribusi Mempengaruhi Suplai Gula - Ekonomi dan Bisnis - koran.tempo.co
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama

Polemik Distribusi Mempengaruhi Suplai Gula

JAKARTA – Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Suhanto mengakui ada polemik mengenai jumlah gula yang seharusnya didistribusikan ke konsumen, yang belakangan tidak sesuai dengan perencanaan.

Ketidaksesuaian ini salah satu penyebab seretnya pasokan gula pada Ramadan sehingga harga tak kunjung turun."Semestinya distribusi bisa lancar bila sesuai dengan perencanaan," ujar Suhanto ketika dihubungi, akhir pekan lalu. Dalam rapat koordinasi untuk mengamankan pasokan pangan selama Ramadan yang digelar beberapa waktu lalu, Suhanto mengatakan Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia sudah sepakat bakal menyalurkan 160 ribu ton gula rafinasi. Gula rafinasi ini merupakan subtitusi gula pasir karena pasokan dari petani sedang kosong lantaran sedang mempersiapkan diri panen pada periode akhir Mei-Juni. Namun, Ketua Aprindo Roy Mandey mengatakan AGRI menyanggupi memberikan 93 ribu ton. Jumlah tersebut tak cukup lantaran pasokan harus dipotong untuk memenuhi kebutuhan rekanan peretail di berbagai segmen. Walhasil, kata Roy, Kamis lalu, gula yang bisa disalurkan oleh peretail ke konsumen cuma 30 ribu ton. Jumlah tersebut tak bisa mengimbangi permintaan yang meningkat sehingga harga gula melesat menjadi Rp 19 ribu per kilogram, jauh melampaui harga eceran tertinggi yang ditetapkan, yakni Rp 12.500 per kilogram. Suhanto menjelaskan bahwa jumlah pasokan itu diberikan dengan mempertimbangkan terbatasnya kemampuan peretail menyerap dan menyalurkan gula dalam waktu cepat. Karena itu, Kementerian memutuskan sisa 70 ribu gula rafinasi tak hanya dipasarkan melalui retail modern, tapi juga bekerja sama dengan pedagang pasar. Untuk meningkatkan pasokan, AGRI didorong untuk memperbanyak kanal penjualan ke dinas pangan pemerintah daerah. Selain persoalan koordinasi antara AGRI dan Aprindo, lambatnya proses importisasi, seperti yang Bulog keluhkan, menjadi pemicu kelangkaan gula di pasar. Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan tanda-tanda kebutuhan impor gula sudah terlihat sejak akhir tahun lalu."Sudah didiskusikan di rapat koordinasi tim pengendalian inflasi di Bank Indonesia sejak Desember sampai Januari," katanya. Bulog pun sudah ancar-ancar membuka lelang pengadaan impor raw sugar sejak Desember lalu melalui anak usaha PT Gendhis Multi Manis. Melalui rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Perekonomian yang dihelat pada pekan kedua Februari, pemerintah baru memutuskan mempercepat eksekusi impor gula kristal mentah sebanyak 495.802 ton dari India. Kuota impor gula kering kristal sebanyak 495 ribu ton tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi terbatas di kantor Kementerian Perekonomian pada September lalu. Sepanjang 2020, pemerintah berencana mengimpor gula sebanyak 3-3,2 juta ton. Pemilihan rekanan negara impor dari India merupakan bagian dari perjanjian bilateral pertukaran dagang kedua negara, yakni impor gula mentah dan ekspor CPO. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto melawat ke India pada 19-21 Februari lalu untuk melancarkan agenda ini. “Kami berupaya meningkatkan perdagangan kedua negara hingga US$ 50 miliar pada 2025,” kata Agus. Belakangan, lantaran mewabahnya virus corona dan penerapan lockdown di India, importasi impor terhambat hingga April 2020. Dari kuota awal sebanyak 495 ribu ton, pemerintah hanya mendapat pasokan 150 ribu ton. Adapun realisasi impor yang dilakukan Kementerian Perdagangan per 20 April hanya sebesar 283 ribu ton dengan surat persetujuan impor untuk 683 ribu ton. Padahal, total rekomendasi yang disetujui rapat koordinasi terbatas di Kementerian Perekonomian sebesar 1,05 juta ton. “Lockdown membuat proses impor mengalami kemunduran,” Agus berdalih. Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan entitasnya baru mengeksekusi importasi pada awal April. Dari 50 ribu ton penugasan, Budi mengatakan baru 22 ribu ton di antaranya sudah datang dua pekan lalu. Budi baru bisa memastikan pasokan gula pasir bakal aman pada Juni.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

korantempo /  🏆 38. in İD

 

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Corona, Puasa, dan Sikap Kita - Buku - koran.tempo.coCorona, Puasa, dan Sikap Kita - Buku - koran.tempo.coMenjaga kesehatan dan memelihara kelangsungan hidup lebih diutamakan ketimbang beribadah yang berpotensi menularkan penyakit.
Baca lebih lajut »

Sepi Peminat di Jalur Darat - Ekonomi dan Bisnis - koran.tempo.coSepi Peminat di Jalur Darat - Ekonomi dan Bisnis - koran.tempo.coRatusan calon penumpang gagal mendapatkan tiket karena tak memenuhi syarat.
Baca lebih lajut »

Panitia Olimpiade Tokyo Akan Berhemat - Olah Raga - koran.tempo.coPanitia Olimpiade Tokyo Akan Berhemat - Olah Raga - koran.tempo.coKomite Olimpiade Internasional menggelontorkan dana tambahan Rp 12 triliun.
Baca lebih lajut »

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi: Tanpa Maskapai Penerbangan, Bandara Tak Bisa Pulih Cepat - Ekonomi dan Bisnis - koran.tempo.coDirektur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi: Tanpa Maskapai Penerbangan, Bandara Tak Bisa Pulih Cepat - Ekonomi dan Bisnis - koran.tempo.coPT Angkasa Pura I (Persero) hanya satu dari sekian banyak badan usaha milik negara yang harus memeras otak untuk bertahan di tengah wabah Covid-19
Baca lebih lajut »

Angkasa Pura I Tambah Kapasitas Kargo - Ekonomi dan Bisnis - koran.tempo.coAngkasa Pura I Tambah Kapasitas Kargo - Ekonomi dan Bisnis - koran.tempo.coPelaku logistik mengharapkan tambahan slot pengiriman.
Baca lebih lajut »

Kontrak Jangka Pendek untuk Willian dan Giroud - Olah Raga - koran.tempo.coKontrak Jangka Pendek untuk Willian dan Giroud - Olah Raga - koran.tempo.coKeduanya habis masa kontraknya pada 30 Juni mendatang.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2026-05-10 04:59:15