Polda Riau Jebloskan Tersangka Kasus Korupsi BRK Syariah Duri Pekanbaru
jpnn.com, PEKANBARU - Tim Subdit II Ditreskrimsus Polda Riau kembali menahan tersangka dalam kasus korupsi di Bank Riau Kepri Syariah cabang pembantu Duri. Kali ini yang ditahan adalah pegawai aktif.Pria 42 tahun itu ditahan pada Rabu seusai menjalani pemeriksaan di Mapolda Riau, menyusul tiga tersangka lainnya.
FI diduga tidak melakukan verifikasi terhadap proses penyaluran fasilitas pembiayaan Murabahah kepada nasabah dan tidak sesuai dengan SOP PT BRK Syariah Duri sehingga mengakibatkan kerugian sebesar Rp 1.103.660.905.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Bank Sentral Filipina Modifikasi Aturan Bank Syariah |Republika OnlineUUS di Filipina beroperasi tidak lebih dari lima tahun.
Baca lebih lajut »
9 Ton Garam Disemai di Langit Riau untuk Atasi Karhutla |Republika OnlineCurah hujan sudah menurun dan juga sudah terjadi Karhutla yakni di sejumlah kota.
Baca lebih lajut »
Momen Kapolda dan Danrem Diserbu Murid-Guru SD di RiauKapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal dan Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Dany Rakca Andalasawan menyambangi SDN 143 dan 77 dalam rangka memperingati Hardiknas.
Baca lebih lajut »
Jasa Raharja Serahkan Santunan Bagi Seluruh Korban Kecelakaan SB Evelyn Calisca 01Spead Boat (SB) Evelyn Calisca 01 tujuan Tembilahan Provinsi Riau – Tanjung Pingan Provinsi Kepri terbalik di perairan Pulau Burung Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Kamis (27/4/2023) pukul 13.00 WIB.
Baca lebih lajut »
Kisah Aipda Ralon Jual Perhiasan Istri demi Bangun Sekolah di Pedalaman RiauBagi Aipda Ralon, berbuat baik adalah kewajiban. Bahkan, dirinya rela menjual perhiasan istrinya untuk bangun sekolah di pedalaman Riau. Begini kisah beliau yang diusulkan menjadi kandidat HoegengAwards2023.
Baca lebih lajut »
Riau Peroleh Rp 1 Triliun Dana Partisipasi Interest dari Pertamina |Republika OnlinePemprov Riau memperoleh partisipasi interes sebesar 10 persen.
Baca lebih lajut »