Polandia tidak mengizinkan Menlu Rusia hadir dalam pertemuan OSCE tahun lalu.
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pemerintah Polandia pada Kamis mengkritik seruan pelonggaran sanksi Barat terhadap Rusia dan mengatakan mereka tetap pada sikap tegasnya. Berbicara kepada Polish Press Agency , juru bicara pemerintah Piotr Mueller mengatakan Polandia mempertahankan pendiriannya pada sanksi Rusia sebab hanya kebijakan Barat yang konsisten yang mungkin memaksa Moskow mengubah haluannya.
"Segala upaya untuk memandang sepele kejahatan Rusia dengan alasan untukmengembalikan fungsi normal hubungan ekonomi adalah satu kesalahan besar," kata Mueller seperti dilansir Anadolu. Baca Juga Pernyataan itu disampaikan oleh Mueller untuk menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri Austria Alexander Schallenberg pada Senin yang mengecam keputusan Polandia untuk tidak mengizinkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov hadir dalam pertemuan OSCE tahun lalu. OSCE adalah Organisasi untuk Keamanan dan Kerja sama di Eropa.
Mengutip lansiran media, PAP juga menyebutkan bahwa Schallenberg ikut menyerukan pelonggaran pembatasan Eropa terhadap Rusia."Itu adalah contoh cara menjalin hubungan yang salah dengan Rusia dalam kebijakan energi yang menyebabkan perang ," katanya. Pada 24 Februari 2022 Rusia melakukan invasi ke Ukraina, yang menuai amarah internasional. Alhasil, Uni Eropa, Amerika Serikat dan Inggris Raya menjatuhkan sanksi keras terhadap Moskow.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Saat Menlu Rusia Kembali Ungkit Nazi dan Yahudi, Samakan Kebijakan Barat seperti Aksi HitlerTahun lalu, Putin bahkan meminta maaf ke Israel usai Lavrov mengeklaim Hitler memiliki “darah Yahudi”.
Baca lebih lajut »
Menlu Rusia Blak-blakan Kapan Akhiri Perang di UkrainaPemerintah Rusia kembali buka suara mengenai kapan akan mengakhiri perangnya di Ukraina.
Baca lebih lajut »
Menlu Rusia: NATO dan UE 'Tengil', Perlu DisadarkanRusia kembali memperingatkan Uni Eropa (UE) dan NATO yang dianggap 'mengganggu' dengan terus mencoba melemahkan dan mengalahkan Negeri Beruang Merah tersebut.
Baca lebih lajut »
Menlu Rusia tuduh Barat perburuk krisis UkrainaMenteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa krisis Ukraina adalah 'hasil dari persiapan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya untuk memulai perang hibrida global' melawan negaranya.
Baca lebih lajut »
Menlu Rusia Ancam Serang NATO dan UE Hingga MenyerahHampir 11 bulan setelah menginvasi Ukraina, Rusia semakin menghadirkan perang kepada rakyatnya sendiri sebagai pertempuran eksistensial dengan negara-negara Barat.
Baca lebih lajut »
Menlu Lavrov Sebut Rusia Akan 'Sadarkan' NATO-Uni Eropa!Menlu Rusia Sergei Lavrov menuduh NATO dan Uni Eropa berupaya melemahkan dan mengalahkan Rusia. Lavrov menegaskan Moskow akan 'menyadarkan' keduanya.
Baca lebih lajut »