PLTU Pensiun Dini 2030, PLN Butuh Dana Awal Rp87,3 Triliun
Bisnis.com, JAKARTA — PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN tengah mempercepat upaya peralihan energi bersih yang signifikan menjelang perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 pada akhir tahun ini.
Adapun, inisiatif pemangkasan energi berbasis batu bara sebesar 5,5 Gigawatt sebelum 2030 itu diproyeksikan membutuhkan dukungan dana mencapai US$6 miliar atau setara Rp87,3 triliun. Evy menuturkan penghentian operasi PLTU berbasis batu bara itu diharapkan dapat mengakomodasi kondisi kelebihan pasokan listrik yang saat ini dihadapi perusahaan pelat merah tersebut terkait dengan upaya peralihan energi baru dan terbarukan. Dengan demikian, kata dia, upaya untuk pembangunan pembangkit listrik berbasis EBT dapat segera diintensifkan menjelang 2030.
Adapun, PLN menargetkan kapasitas pembangunan pembangkit listrik berbasis EBT mencapai 20,9 GW pada 2030 mendatang. Perinciannya, panas bumi mengambil porsi sebesar 3,4 GW, energi surya dan angin mencapai 5,3 GW, tenaga air mengambil bagian 10,3 GW, bioenergi sebesar 0,6 GW dan energi lainnya sebesar 1,3 GW.