Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan usulan agar kursi Pimpinan MPR berjumlah 10, akan menghabiskan anggaran negara yang terlalu besar.\r\n\r\n"Ide 10 ...
Jadi kalau 10 kursi Pimpinan MPR itu terlalu banyak, PKS senang bisa masuk, namun kami mikirnya kasihan, ujarnya
Mardani juga menilai 10 kursi pimpinan MPR itu tidak memberi contoh teladan bagi masyarakat karena di saat sedang sibuk melakukan reformasi birokrasi, MPR justru memperbesar posturnya. Namun dirinya khawatir di balik wacana itu ada keinginan agar semua masuk dalam "rombongan besar" sehingga tidak ada mekanisme "check and balance".
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
PDIP Tolak Usulan 10 Kursi Pimpinan MPRPDIP meminta semua parpol yang lolos ke Senayan menjalankan UU MD3 yang sudah diimplementasikan ketimbang mendahulukan hasrat politik jangka pendek.
Baca lebih lajut »
Usulan 10 Pimpinan MPR, PKB: Tergantung Musyawarah NantiPartai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak mau terburu-buru dalam memutuskan usulan 10 orang Pimpinan Majelis Permusyawaratan...
Baca lebih lajut »
JK soal Usulan 10 Pimpinan MPR: Berlebihan, Tugasnya Kan Tidak BanyakWakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan semakin banyak pimpinan MPR membuat pemerintahan menjadi tidak efisien. Dia menuturkan usulan tersebut hanya untuk menempatkan wakil partai sebagai pimpinan MPR. KetuaMPR
Baca lebih lajut »
JK tak Setuju Usulan Pimpinan Jadi 10 MPRPenambahan tidak akan efektif karena jumlah pimpinan tidak sebanding dengan tugas MPR
Baca lebih lajut »
JK Nilai Usulan Penambahan 10 Pimpinan MPR BerlebihanWakil Presiden, Jusuf Kalla, menilai wacana menambahkan jumlah pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) hingga 10 pimpinan sebagai sesuatu yang berlebihan.
Baca lebih lajut »
Usulan 10 Pimpinan MPR, Aria Bima: Motifnya haru KebersamaanPolitisi PDIP, Aria Bima tak mempermasalahkan wacana 10 pimpinan MPR, asal motinya kebersamaan. Ia juga meminta UU MD3 harus dijalankan lebih dulu.
Baca lebih lajut »