Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi harapan bagi jutaan keluarga di Indonesia, membantu mereka untuk meraih pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan yang layak. Kisah Sari, seorang ibu di Kalimantan Barat, menggambarkan dampak nyata PKH bagi keluarga miskin.
Seiring berjalannya waktu, Program Keluarga Harapan ( PKH ) telah menjadi tonggak keberhasilan dalam upaya pemerintah Indonesia dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program yang diluncurkan tahun 2007 ini terbukti menjadi harapan bagi jutaan keluarga yang memiliki akses terbatas terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.
Sari (37), seorang ibu di Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, merasakan sendiri manfaat nyata PKH. Sebagai buruh cuci, Sari mengandalkan bantuan ini untuk memastikan anaknya tetap bersekolah. Ia tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya, 'Tanpa PKH, mungkin saya harus memilih antara membayar uang sekolah atau membeli beras. Tapi dengan bantuan ini, saya bisa sedikit bernapas lega,' ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Kisah Sari mencerminkan jutaan keluarga lainnya di Indonesia yang menerima bantuan PKH sebagai penggerak menuju kehidupan yang lebih layak. PKH tidak hanya memberikan bantuan tunai, tetapi juga mendorong anak-anak dari keluarga miskin untuk tetap mengenyam pendidikan, memastikan ibu hamil mendapatkan layanan kesehatan yang layak, serta memberikan perlindungan bagi lansia dan penyandang disabilitas yang membutuhkan. Di Kalimantan Barat, PKH menyasar rumah tangga sangat miskin (RTSM) yang memiliki ibu hamil, balita, anak usia sekolah, lansia, serta penyandang disabilitas. Proses penetapan penerima PKH dilakukan secara bertahap, mulai dari tingkat bawah, seperti RT hingga desa atau kelurahan. Lalu dilanjutkan dengan verifikasi dan validasi data sebelum akhirnya ditetapkan oleh Menteri Sosial melalui Surat Keputusan (SK). Di tingkat desa atau kelurahan, dilakukan musyawarah desa (Musdes) atau musyawarah kelurahan (Muskel) untuk menentukan keluarga yang layak menerima PKH. Musaddeq, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Kalimantan Barat, menyebutkan bahwa kendala dalam proses pendaftaran melalui aplikasi Cek Bansos adalah keterbatasan akses dan literasi digital masyarakat miskin.
PKH Kemiskinan Sosial Pendidikan Kesehatan
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Momen Ramadan. Bansos PKH dan Sembako 2025 Tetap DisebarBansos PKH dan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako terus bergulit
Baca lebih lajut »
Sudah Selesai dengan Kehidupan Artis, Peggy Melati Sukma Ungkap Kehidupan Jadi Istri Syekh di Selandia BaruPeggy Melati Sukma kini menetap di Selandia Baru.
Baca lebih lajut »
Tanda-tanda Kematian 100 Hari, 40 Hari, 7 Hari: Memahami Perjalanan Menuju Akhir KehidupanPelajari tanda-tanda kematian menurut Islam dari 100 hari sebelumnya. Kenali perubahan fisik dan spiritual menjelang ajal untuk persiapan diri yang lebih baik.
Baca lebih lajut »
PKH : Harapan keluarga miskin untuk mengakses hak dasar dari NegeraBagi banyak keluarga miskin, Program Keluarga Harapan (PKH) bukan sekadar bantuan sosial, tetapi juga jembatan menuju kehidupan yang lebih layak.Sari (37), ...
Baca lebih lajut »
PKH : Harapan keluarga miskin untuk mengakses hak dasar dari NegaraBagi banyak keluarga miskin, Program Keluarga Harapan (PKH) bukan sekadar bantuan sosial, tetapi juga jembatan menuju kehidupan yang lebih layak.Sari (37), ...
Baca lebih lajut »
Captain America: Brave New World Jembatan Menuju DoomsdayCaptain America: Brave New World mengungkap kekacauan pasca-blip di MCU. Sam Wilson berusaha membangun kembali Avengers.
Baca lebih lajut »