Anak-anak tidak boleh dipaksa produktif belajar dari sekolah.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia Dudung Nurullah Koswara menyoroti revisi surat keputusan bersama empat menteri yakni Mendikbud, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri untuk memperbolehkan tatap muka di zona kuning. Menurutnya, sebuah kecerobohan yang dilakukan empat menteri bila sekolah di zona kuning dibolehkan melakukan tatap muka.
Menurut Dudung, adaptasi kebiasan baru identik dengan “modus” tersulit bagi pemerintah pada orang dewasa agar produktif. Produktivitas orang dewasa terkait ekonomi dan layanan publik memang sangat dibutuhkan. Dudung menilai orang dewasa harus produktif tapi anak-anak tidak diwajibkan produktif, termasuk produktif belajar. Sedangkan anak adalah anak. Ia adalah entitas yang harus dilayani, dilindungi, diprotek dari bahaya wabah. Menurutnya, menggiring anak tatap muka dan bergerak menuju sekolah di wilayah zona kuning adalah sebuah proses dengan risiko tinggi.
Dudung sepakat dengan penolakan Neneng Fitri yang punya daya lindung pada anak didik dan guru-guru di sekolahnya, agar tidak terpapar Covid-19. Jangan sampai perluasan pembelajaran tatap muka di zona kuning malah jadi perluasan klaster yang bisa menimpa anak didik dan pendidik.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
PSI Nilai Sikap Anies soal Toa dalam Hadapi Banjir Tak Konsisten dan Coba-cobaFraksi PSI menganggap Anies Baswedan tidak konsisten atas kebijakan dan pernyataannya sendiri.
Baca lebih lajut »
Antar Buku dan Mengajar, Polisi Bantu Anak-Anak Pulau Lutungan Belajar di RumahKepolisian Sektor Baolan berinisiatif membantu anak-anak di Pulau Lutungan, Sulawesi Tengah, melakukan kegiatan belajar di rumah. Selain mengajar membaca, menulis dan berhitung, Polisi juga mengantarkan ratusan buku bacaan bagi sekitar 40-an anak usia sekolah di pulau itu.
Baca lebih lajut »
'Apapun Akan Aku Jual Demi Anak-anak Jadi Sarjana...'Itulah impian Deasy Hutasoit (43), pengemudi ojek online yang banting tulang setelah dicerai suaminya. Bekerja sejak pagi buta sambil mengurus rumah
Baca lebih lajut »
'Apa Pun Akan Aku Jual demi Anak-anak Jadi Sarjana...'“Maskudnya bikin mereka sampai S1 biar bekal dia ada untuk bertahan hidup dan dapat pekerjaan yang layak. Akan aku sekolahkan, apapun aku jual asal anak-anak sarjana,” tutup dia. / Megapolitan
Baca lebih lajut »