KLHK mencatat timbulan limbah medis sejak Maret 2020 hingga Agustus 2021 meningkat signifikan hingga lebih dari 20ribu.
Liputan6.com, Jakarta - Salah satu dampak pandemi Covid-19 yang belum kunjung berlalu ini adalah menumpuknya limbah medis yang masuk dalam kategori bahan berbahaya dan beracun . Pengelolaan limbah medis Covid-19 dinilai bisa menjadi ancaman baru krisis iklim.
Ternyata, ada 29 ribu orang lain yang juga ikut mendukung gerakan tersebut. Amalia juga menceritakan bagaimana pengelolaan limbah medis yang baik dan ramah lingkungan bisa berpengaruh pada kehidupan setiap orang. * Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
"Ada lima jenis alat pengelola limbah medis, dan semuanya sudah proven/terbukti. Insinerator, teknologinya kalau diterapkan dengan baik bisa bekerja dengan baik. Namun kalau di Indonesia, sampai hari ini saya belum pernah lihat ada yang dijalankan dengan benar. Dari segi manajemen masih banyak persoalannya, malah jadi seperti tungku. Jadi, dilematis bagi fasyankes untuk menerapkan insinerator," tutur Medrilzam.
3 dari 4 halamanGerakan Memilah SampahDalam kondisi seperti ini, kata dia, pemerintah tentu tidak tinggal diam. Beberapa rumah sakit memiliki insinerator atau alat pengelolaan limbah yang berizin sampai jasa pengolah limbah B3 medis tersebut.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
UNS dan Beberapa Kampus Gagas 'Dumask', Tempat Limbah Masker MedisPeneliti dari UNS dan beberapa kampus menggagas tempat limbah masker medis bernama 'Dumask'.
Baca lebih lajut »
Limbah Medis Berbahaya Capai 20 Ribu Ton Selama Pandemi CovidPandemi Covid-19 yang berkepanjangan di Indonesia menimbulkan limbah medis dengan kategori bahan berbahaya dan beracun (B3).
Baca lebih lajut »
Camilan Jadi Peluang Bisnis di Masa PandemiBisnis camilan tahu memiliki margin yang tinggi, pembayaran tunai dan tingkat pengembalian modal yang relatif cepat.
Baca lebih lajut »
Mahasiswa UGM Olah Limbah Sarung Tangan Jadi Bahan Bakar |Republika OnlineInovasi itu berawal saat tim berdiskusi tentang masalah limbah medis selama pandemi.
Baca lebih lajut »
Mengenal Eco Driving, Teknik Mengemudi Ramah Lingkungan dan Hemat BBMMengenal Eco Driving, Teknik Mengemudi Ramah Lingkungan dan Hemat BBM TempoOtomotif
Baca lebih lajut »
Minyak Goreng Sawit Ekolabel, Apakah Benar-Benar Ramah Lingkungan dan Sosial?Super Indo baru saja meluncurkan minyak goreng sawit ekolabel yang disiapkan selama tiga tahun.
Baca lebih lajut »