HARGA rumput laut yang tak stabil dikeluhkan masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra). Karena mengganguketahanan ekonomi keluarga
HARGA rumput laut yang tak stabil dikeluhkan masyarakat Sulawesi Tenggara . Khususnya ketika harga turun, yang dianggap merugikan bagi nelayan atau petani pelaku budidaya rumput laut.
"Kalau bisa ini kita lakukan rutin saja ke depannya dan juga kalau ada masalah atau pertanyaan ayo diutarakan saja," ujar Samsul. "Mengapa mengatakan bahwa bisa naik bisa turun itu atas permainan tengkulak ya, jadi mungkin bapak dan ibu pernah mendengar ada mafia beras, yaitu mungkin ada yang mendengar mafia minyak, nah di dalam rumput laut ada mafia," ujarnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Sulawesi Tenggara akan Jadi Tuan Rumah Pekan Tilawatil Quran ke-53 |Republika OnlineAgenda tahunan Pekan Tilawatil Quran akan digelar pada awal April 2023
Baca lebih lajut »
Harga Tomat Turun Drastis, Lebih Murah dari Harga Kerupuk, Petani Rugi BanyakPetani di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, memilih tidak memanen tomat hasil kebun mereka.
Baca lebih lajut »
Tekan Kenaikan Harga Beras, Dinas Perdagangan dan UMKM Lakukan Pasar Pengendalian HargaMenghadapi kenaikan harga beras yang signifikan hingga melebihi harga eceran tertinggi (HET), Pemerintah Kota Tebingtinggi melalui Dinas Perdagangan dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) akan melaksanakan Pasar Pengendalian Harga (PPH) bekerja sama dengan perum Bulog.
Baca lebih lajut »
Harga Batu Bara Ambruk 11%, Rekor Terburuk Dalam 10 BulanAmbruknya harga batu bara disebabkan memadainya pasokan serta melemahnya harga gas.
Baca lebih lajut »