Petani di Kalijambe Sragen Temukan Inovasi Pemupukan, Begini Hasilnya

Indonesia Berita Berita

Petani di Kalijambe Sragen Temukan Inovasi Pemupukan, Begini Hasilnya
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 soloposdotcom
  • ⏱ Reading Time:
  • 29 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 15%
  • Publisher: 51%

Petani asal Dukuh Sentulan RT 002, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, membuat inovasi pemupukan dengan cara dimasukkan ke tanah supaya pupuk lebih cepat diserap akar tanaman padi.

SOLOPOS.COM - Empat petani mempraktikan teknik pemupukan tanam pada tanaman padi milik petani di wilayah Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, belum lama ini. Kondisi pupuk yang terbatas membuat petani berpikir kreatif untuk menyiasatinya.

Dengan teknik itu ternyata hasilnya lebih bagus, tanaman lebih kokoh sehingga tidak mudah roboh, dan hemat operasional,” jelas Warsono. “Cara memasukan pupuk itu, tanah diinjak dan pupuk dimasukkan lalu ditutup tanah dengan kaki sambil jalan. Komposisi pupuknya perbandingan satu sak NPK dicampur dengan satu sak urea. Ukuran per satu sak itu sama dengan 50 kg,” kata Warsono.Dia mengatakan inovasi ini terbukti sehingga perlu disuarakan secara nasional. Dia menerangkan kalau dulu petani melakukan pemupukan 2-3 kali dengan inovasi ini cukup dengan sekali pemupukan.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

soloposdotcom /  🏆 33. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Simon Nugroho, Mantan Asisten I Setda Sragen: Pensiun Harus Bahagia, Kuncinya BersyukurSimon Nugroho, Mantan Asisten I Setda Sragen: Pensiun Harus Bahagia, Kuncinya BersyukurRADARSOLO.ID - Puluhan tahun mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN), Simon Nugroho memasuki masa pensiun dengan bahagia. Dia pernah dipercaya sebagai asisten I Setda Sragen dan pelaksana tugas Inspektur Inspektorat Kabupaten Sragen. Berikut petikan wawancaranya dengan Jawa Pos Radar Solo.
Baca lebih lajut »

Meriah, Kirab Fosil Manyarejo Sragen Diikuti Ratusan WargaMeriah, Kirab Fosil Manyarejo Sragen Diikuti Ratusan WargaKirab fosil tersebut merupakan salah satu acara dalam kegiatan Festival Budaya Krajan Keker yang telah berlangsung hampir sebulan.
Baca lebih lajut »

Tak Hanya Mobil, Bus Garuda Mas yang Terguling di Sragen juga Timpa 3 MotorTak Hanya Mobil, Bus Garuda Mas yang Terguling di Sragen juga Timpa 3 MotorBus Garuda Mas yang terguling di jalan Sragen-Ngawi wilayah Sambungmacan, Sragen, tidak hanya menimpa mobil tapi juga tiga unit sepeda motor yang diparkir di depan warung.
Baca lebih lajut »

Kesenian Gejug Lesung Semarakkan Festival Budaya Krajan Keker di Plupuh SragenKesenian Gejug Lesung Semarakkan Festival Budaya Krajan Keker di Plupuh SragenAcara yang diselenggarakan Brayat Krajan Sangiran untuk menunjukkan bahwa di Situs Sangiran, kesenian gejug lesung masih lestari.
Baca lebih lajut »

Intip Kemeriahan Gejog Lesung di Festival Budaya Krajan Keker Sangiran SragenIntip Kemeriahan Gejog Lesung di Festival Budaya Krajan Keker Sangiran SragenPertunjukan seni musik tradisional gejog lesung memeriahkan Festival Budaya Krajan Keker yang diselenggarakan Brayat Krajan Sangiran Sragen, Minggu (13/10/2022).
Baca lebih lajut »

Ditemukan 1984, Situs Miri Jadi Poin Penting Penemuan Zaman Purba di SragenDitemukan 1984, Situs Miri Jadi Poin Penting Penemuan Zaman Purba di SragenSitus Miri yang ditemukan pada 1984 oleh peneliti Prancis menjadi salah satu poin penting dalam penemuan jejak manusia zaman purba di Sragen.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 05:54:02