Sebuah pesta pernikahan memicu lonjakan baru infeksi virus corona di Iran, kata Presiden Hassan Rouhani. Tapi, dia bersikeras negara itu tidak memiliki pilihan kecuali tetap membuka ekonominya meskipun ada peringatan gelombang kedua epidemi. COVID19
Dia tidak mengatakan kapan atau di mana pernikahan itu berlangsung.
Pejabat kesehatan telah memperingatkan tentang gelombang kedua wabah, tetapi mengatakan alasan di balik lonjakan kasus baru mungkin pengujian yang lebih luas. Iran telah berjuang menahan penyebaran COVID-19 tetapi pihak berwenang khawatir bahwa langkah-langkah untuk membatasi kehidupan publik dan ekonomi dapat merusak ekonomi yang sudah terguncang akibat sanksi internasional.
Universitas-universitas di Iran dibuka kembali pada Sabtu setelah ditutup selama lebih dari tiga setengah bulan, menurut laporan media pemerintah.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kekhawatiran Gelombang Kedua Covid-19 Mencengkeram Iran |Republika OnlineKasus Covid-19 di Iran menembus lebih dari 160 ribu.
Baca lebih lajut »
Sopir Angkot Ditikam Kelompok yang Sedang Pesta Miras hingga TewasKorban menggeber gas mobil mikro yang dikedarai sehingga membuat para tersangka tersinggung dan langsung mengejar korban.
Baca lebih lajut »
Trump Berpose Memegang Injil tetapi Melawan Rakyat Sendiri, Presiden Iran: MemalukanPresiden Iran Hassan Rouhani mengomentari foto Donald Trump dengan pose memegang Injil di depan gereja. DonaldTrump
Baca lebih lajut »
Biadab, Polisi Iran Bakar Mobil Penuh Pengungsi AfghanistanPolisi Iran diduga membakar sebuah mobil berisi sekelompok pengungsi dari Afghanistan. Kabar tersebut dengan cepat memicu kemarahan publik di Afghanistan Afghanistan
Baca lebih lajut »
Presiden Iran soal Trump Bawa Alkitab saat Demo: MemalukanPresiden Iran Hassan Rouhani menyebut pose Presiden Donald Trump yang membawa Alkitab di tengah aksi protes kematian George Floyd sebagai hal memalukan.
Baca lebih lajut »
Peretas China dan Iran Targetkan Kampanye Trump dan Biden |Republika OnlinePeretas menargetkan surel para staf kampanye Trump dan Biden
Baca lebih lajut »