Kecerdasan buatan (AI) tidak (belum) bisa mengambil alih daya kreatif manusia. Manusia tetap bisa eksis tanpa teralienasi secara total oleh kemajuan AI, melalui pendidikan yang mempertajam daya kreatif. Opini AdadiKompas
. Sebuah upaya yang perlu disambut sebagai langkah maju dalam hal menumbuhkan daya kreatif. Paling tidak peserta didik dipacu untuk memaksimalisasi kerja otak sebagai sumber gagasan/temuan baru.
Selain itu, problem lain yang sangat mengkhawatirkan dalam konteks hari ini adalah interupsi dari media sosial . Terlepas dari fungsi edukatifnya, tanpa kontrol yang baik, kehadiran medsos sangat rentan mengganggu fokus kerja otak, terutama ketika digunakan berbarengan dengan kegiatan belajar. Mengingat sebagian besar kegiatan belajar menuntut alur yang runut, dapat dibayangkan besarnya gangguan yang terjadi pada peserta didik ketika belajar sambilmedsos. Berbagai bentuk emosi yang terpicu oleh konten yang tersaji serta semua bentuk interaksi yang terjadi di dalamnya jelas menjadi gelombang interupsi yang dahsyat. Belum lagi soal tema konten yang sangat acak turut menggerus kemampuan untuk berpikir fokus.
. Demikian juga nilai sebuah gagasan/karya hanya ditakar berdasarkan viral atau tidaknya. Jelas mustahil buah pikir yang kreatif-konstruktif lahir dari alur berpikir yang porak-poranda seperti ini.Demikianlah, ide-ide baru tentu tidak pernah muncul dari peserta didik yang daya kreatif-ekspolartifnya dikekang. Karena itu, selain pembenahan sistem, kita membutuhkan pendidik, termasuk orangtua, yang selalu merangsang daya-daya tersebut.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Keterampilan Para Pekerja Untuk Menghadapi AI Di Masa DepanPerkembangan teknologi kecerdasan buatan adalah keniscayaan, tetapi manusia tetaplah aktor utamanya. KajianData AdadiKompas
Baca lebih lajut »
Kecerdasan Buatan Kurangi 20 Persen Kepadatan Lalu Lintas JakartaPengaturan lampu lalu lintas secara otomatis dengan bantuan kecerdasan buatan atau ”artificial intelligence” membuat kendaraan di satu ruas bisa lewat semuanya dalam waktu tertentu sehingga kepadatan terurai. Metro AdadiKompas
Baca lebih lajut »
ITS Buka Prodi Rekayasa Kecerdasan Artifisial dan Rekayasa Perangkat LunakITS kembali membuka dua program studi baru yakni Rekayasa Kecerdasan Artifisial (RKA) dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).
Baca lebih lajut »
Kecerdasan Buatan dan Kecemasan DehumanisasiKecemasan bahwa AI melakukan dehumanisasi diperlukan, meski tidak boleh berlebihan. Teknologi diperlukan untuk membantu dan memudahkan kehidupan kita. Juga bukan melakukan dehumanisasi, melainkan untuk humanisasi. Opini AdadiKompas
Baca lebih lajut »
Duh! Gegara AI, Banyak Perusahaan PHK KaryawanKehadiran AI mengancam akan menghilangkan pekerjaan di masa depan. Hal itu menyebabkan banyak di industri yang melakukan PHK massal.
Baca lebih lajut »