Pertamina akan menyiapkan investasi hingga US$ 5 miliar (setara Rp 75 triliun) untuk membangun ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dannif mengatakan bahwa perpindahan dari motor konvensional berbasis Bahan Bakar Minyak menjadi motor listrik merupakan inisiasi yang memerlukan infrastruktur tambahan. Dia menyebutkan, masyarakat yang sebelumnya membeli BBM sebagai bahan bakar, akan beralih ke stasiun penukaran baterai dan itu membutuhkan infrastruktur tambahan.
Oleh karena itu, pihaknya akan menyiapkan infrastruktur tambahan itu dengan membuat ekosistem baterai kendaraan listrik. Perusahaan akan bekerja sama dengan Indonesia Battery Corporation . Pertamina merupakan salah satu pemegang saham dari IBC, bersama dengan MIND ID, PT PLN , dan PT Aneka Tambang Tbk .
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pertamina Siapkan Rp455 Triliun Masuk Bisnis Energi HijauPertamina akan menyiapkan investasi sebesar US$ 30 miliar setara Rp 455 triliun untuk berpartisipasi mengurangi emisi karbon hingga tahun 2060.
Baca lebih lajut »
Pertamina Siapkan Jurus Tekan Emisi Karbon sampai 2060Dirut PNRE, Dannif Danusaputro mengungkapkan dalam menyiapkan target nol emisi karbon di tahun 2060, pihaknya sudah merencanakan road map atau peta jalan.
Baca lebih lajut »
Simpan DHE US$ 1,5 Juta, Eksportir Bisa Cuan US$5.625Simak simulasi simpanan DHE yang berlaku mulai 1 Agustus 2023.
Baca lebih lajut »
Transaksi Digital Bank Mandiri Melesat Nilainya Tembus Rp 1.500 TriliunBank Mandiri kini terus menggenjot transformasi digital. Hal ini untuk memberikan kemudahan layanan kepada para nasabahnya.
Baca lebih lajut »
Bank Mandiri Cetak Laba Bersih Semester I-2023 Rp 25,2 TriliunFundamental ekonomi Indonesia yang kian solid menyebabkan pertumbuhan kredit di seluruh segmen. Hal ini yang menopang perolehan laba bersih perbankan. Ekonomi AdadiKompas
Baca lebih lajut »
Israel Bakal Bikin Kereta Cepat ke Arab Saudi Rp 407 Triliun, Target Rampung 2033Pengumuman rencana proyek kereta cepat itu menyusul perjalanan pejabat tinggi AS ke Arab Saudi pekan lalu.
Baca lebih lajut »