Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyatakan bahwa permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki adalah ilegal berdasarkan hukum internasional sehingga harus dihentikan.
“Di seberang Tepi Barat dan Gaza yang diduduki memicu kemarahan dan keputusasaan. Setiap permukiman baru adalah penghalang di jalan menuju perdamaian,” ujar Guterres.
Guterres juga mencatat situasi rawan di Yerusalem serta provokasi dan tindakan kekerasan di dalam dan sekitar Tempat Suci.“Karakter demografis dan historis Yerusalem harus dipertahankan dan status quo di Tempat Suci harus ditegakkan, sejalan dengan peran khusus Kerajaan Hashemite Yordania,” ujarnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Palestina Minta DK PBB Gelar Sesi Darurat Bahas Kerusuhan di Nablus |Republika OnlinePalestina meminta DK PBB gelar sesi darurat tentang operasi pasukan Israel di Nablus
Baca lebih lajut »
Sekjen PBB: permukiman Israel di Palestina ilegal dan harus dihentikanSekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Rabu (22/1) menyatakan bahwa permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki ...
Baca lebih lajut »
Sekjen PBB Sebut Permukiman Israel di Palestina Ilegal: Harus DihentikanSekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Rabu (22/1/2023) menyatakan bahwa permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki adalah ilegal berdasarkan hukum internasional.
Baca lebih lajut »
Sekjen PBB: Permukiman Israel di Palestina Ilegal, Harus DihentikanGuterres mengatakan tujuan akhir dari penyelesaian konflik berkepanjangan Israel-Palestina adalah untuk mengakhiri pendudukan dan mewujudkan solusi dua negara.
Baca lebih lajut »
Israel Akan Bangun 7.000 Pemukiman Yahudi di Tepi BaratDewan Keamanan PBB mengeluarkan pernyataan yang mengkritik keras pembangunan pemukiman Israel di Tepi Barat.
Baca lebih lajut »
Korut Sebut Pernyataan Sekjen PBB Soal Uji Coba Rudal 'Tidak Adil'Korea Utara pada Rabu (22/2) menuduh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres 'bersikap yang sangat tidak adil dan tidak seimbang', karena mengecam uji coba misilnya baru-baru ini, tetapi mengabaikan dugaan sikap bermusuhan AS terhadap Korea Utara. Tuduhan itu muncul ketika kapal perusak AS,...
Baca lebih lajut »