Pemerintah daerah di Kalsel dituntut memperkuat intervensi sensitif untuk menurunkan angka prevalensi tengkes. Saat ini, prevalensi tengkes di Kalsel masih di atas rata-rata nasional.
Seorang kader Bina Keluarga Balita Posyandu Lestari, Kelurahan Kelayan Barat, menyerahkan paket telur rebus kepada warga yang memiliki anak tengkes di Kelurahan Kelayan Barat, Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis . Pemberian makanan tambahan itu sebagai bentuk intervensi spesifik.
Setidaknya, ada lima kabupaten di Kalsel yang perlu mendapat perhatian lebih mengingat angka prevalensinya lebih tinggi dibandingkan dengan angka provinsi dan kabupaten/kota lain, yaitu Barito Kuala , Kotabaru , Hulu Sungai Tengah , Balangan , dan Hulu Sungai Utara . Intervensi sensitif merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penyebab tidak langsung tengkes, yang umumnya berada di luar persoalan kesehatan. Intervensi sensitif terbagi menjadi empat, yaitu penyediaan air minum dan sanitasi, pelayanan gizi dan kesehatan, peningkatan kesadaran pengasuhan dan gizi, serta peningkatan akses pangan bergizi.
Dalam Rapat Kerja Daerah Program Bangga Kencana Provinsi Kalsel Tahun 2023 pada Februari lalu, terungkap bahwa dari setiap 1.000 perempuan di Kalsel, ada 45 orang yang melahirkan pada usia 15-19 tahun.