Perjanjian joint venture Pertamina dan Saudi Aramci diperpanjang untuk ketiga kalinya
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah menyatakan, hingga kini, belum ada kesepakatan final antara PT Pertamina dan Saudi Aramco terkait perbaikan dan peningkatan kapasitas Kilang Cilacap. Karenanya, perjanjian pembentukan perusahaan patungan proyek ini kembali diperpanjang untuk ketiga kalinya.
“Yang [Kilang] Cilacap, JVDA diperpanjang sampai 31 Oktober, karena valuasi masih berjalan,” kata Arcandra di Kementerian ESDM, Kamis . Penandatanganan JVDA pertama kali dilakukan pada Desember 2016, dua tahun setelah penetapan Saudi Aramco sebagai mitra pada 2014. JVDA ini harusnya berakhir pada Desember tahun lalu, namun kemudian diperpanjang enam bulan hingga Juni 2019. Sehingga, perpanjangan sampai September 2019 adalah kedua kalinya.
"Kami punya lima kandidat valuer, mudah-mudahan pekan depan terpilih," ungkap Nicke, beberapa waktu lalu.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pertamina Bayar Kompensasi ke 5.019 Warga Terdampak Tumpahan MinyakPT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) mulai melakukan pembayaran kompensasi tahap pertama
Baca lebih lajut »
Tuntas Oktober, BBM Satu Harga Beroperasi di 161 Titik Tahun IniPertamina melampaui target pelaksanaan BBM Satu Harga dengan waktu tiga bulan lebih cepat dari yang ditargetkan.
Baca lebih lajut »
Anies: 15 Demonstran Dirawat Inap Pascademo 30 SeptemberMayoritas demonstran yang cedera dilarikan ke RS Pusat Pertamina, Jakarta Selatan.
Baca lebih lajut »
Pertamina EP Dukung Perajin Batik Ramah LingkunganPertamina EP memberikan bantuan IPAL kepada perajin batik Pratiwi Krajan.
Baca lebih lajut »
KPPU Gandeng Kominfo, Cegah Praktik Monopoli di Sektor KomunikasiKedua lembaga instansi sudah meneken perjanjian kerja sama
Baca lebih lajut »