Jokowi membutuhkan dukungan dari partai oposisi pada periode terakhirnya.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Indria Samego menilai presiden terpilih Joko Widodo ingin merangkul kawan dan lawan dalam membangun kabinet pada periode kedua pemerintahannya. Apalagi, lima tahun ke depan merupakan periode terakhirnya memimpin Indonesia.
Baca Juga Tanda bahwa Jokowi ingin merangkul lawannya, yakni pertemuan dengan Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono . Pertemuan itu mengindikasikan mantan gubernur DKI Jakarta itu juga membutuhkan dukungan dari partai oposisi pada periode terakhirnya ini. Dengan merangkul partai yang tadinya merupakan oposisi, ia mengataka, akan sedikit meringankan kerja Jokowi untuk lima tahun ke depan. Sebab, koalisi dan oposisi akan berada dalam satu wadah.
Presiden Joko Widodo melangsungkan pertemuan dengan Ketum partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono pada Kamis . Selanjutnya pada Jumat , Jokowi melakukan pertemuan dengan Prabowo.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Sandera Megawati soal KabinetPengamat UNJ, Ubedillah Badrun menilai pembentukan kabinet yang ranah perogratif Jokowi justru masih tersandera restu Megawati Soekarnoputri.
Baca lebih lajut »
Wacana Gerindra Masuk Kabinet Jokowi Dinilai Berbahaya Bagi Demokrasi'Padahal demokrasi yang kuat dan sehat itu meniscayakan oposisi yang kuat,' kata Adi.
Baca lebih lajut »
Jokowi Dinilai Perlu Terus Didesak Terbitkan Perppu KPKJokowi dinilai perlu terus didesak agar menerbitkan Perppu yang membatalkan UU KPK baru. Jika tak didesak, maka Jokowi bisa saja tak menerbitkan Perppu.
Baca lebih lajut »
Beda Sikap Jokowi Saat Bertemu Dinilai karena Gaya Prabowo dan SBY yang BerbedaSBY dinilai lebih tenang dan kalem, termasuk saat bertemu Jokowi. Sedangkan, Prabowo lebih ekspresif.
Baca lebih lajut »
Jokowi Dinilai Sudah Ungkap Kisi-kisi Kabinet 2019-2024
Baca lebih lajut »
Koalisi Jokowi Dinilai Tolak Parpol Baru Ikut Gabung karena 'Jatah' Menteri'Jadi bukan tentang negara yang mereka pikirkan ketika menolak, tapi karena ingin porsi lebih besar itu,' kata Yunarto Wijaya.
Baca lebih lajut »