Melalui pengelolaan hutan bersama masyarakat, budidaya kopi menjadi salah satu cara Perhutani menjaga tutupan hutan tetap lestari sekaligus membuka sumber penghasilan bagi warga desa hutan.
Perhutani Perkuat Bisnis Kopi Berbasis Kelestarian Hutan, Libatkan Puluhan Ribu Petani Pengembangan budidaya kopi di areal kawasan hutan Perhutani yang dikelola bersama masyarakat dengan luas mencapai 43.143 hektare dan tersebar di 32 Kesatuan Pemangkuan Hutan .
. Di tengah meningkatnya minat masyarakat dunia terhadap kopi berkualitas, Perum Perhutani memperkuat perannya sebagai penghasil kopi yang mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan. Upaya tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan pemanfaatan kawasan hutan produktif melalui pola agroforestry yang tidak hanya menjaga kelestarian hutan, tetapi juga mendorong perekonomian masyarakat sekitar. Sebagai BUMN yang bergerak di bidang kehutanan, Perhutani memandang tren konsumsi kopi global bukan sekadar peluang pasar.
Perusahaan melihat komoditas ini sebagai sarana untuk menggabungkan kepentingan pelestarian lingkungan dengan pengembangan ekonomi hijau.menjadi salah satu cara menjaga tutupan hutan tetap lestari sekaligus membuka sumber penghasilan bagi warga desa hutan. Tio Handoko mengatakan, pengembangan kopi di bawah tegakan hutan merupakan bentuk nyata penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.hadir memastikan bahwa setiap cangkir kopi yang dinikmati masyarakat, lahir dari sistem kelola hutan yang lestari.
Lewat skema agroforestry, kita membuktikan bahwa perlindungan hutan dan peningkatan ekonomi masyarakat desa tidak harus saling mengorbankan, melainkan bisa berjalan beriringan,” ujarnya. Data Perhutani menunjukkan, hingga saat ini areal tanaman kopi di kawasan hutan yang dikelolanya mencapai 43.143 hektare dan tersebar di 32 Kesatuan Pemangkuan Hutan . Wilayah Jawa Timur menjadi sentra terbesar dengan luas mencapai 30.365 hektare. Sementara itu, Jawa Barat dan Banten memiliki areal kopi seluas 7.124 hektare, sedangkan Jawa Tengah mencapai 5.685 hektare.
Dari kawasan tersebut, total produksi kopi tercatat mencapai 9.365 ton dengan produktivitas rata-rata sekitar 197 kilogram per hektare. Pengembangan komoditas ini melibatkan 518 Lembaga Masyarakat Desa Hutan dan sedikitnya 75.872 petani hutan yang menggantungkan sebagian penghasilan keluarganya dari sektor kopi.juga berperan penting dalam menjaga kelestarian kawasan hutan. Semakin besar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat, semakin tinggi pula kepedulian mereka terhadap keberlangsungan hutan.
“Ketika masyarakat merasakan langsung manfaat ekonomi dari pohon yang tegak berdiri, mereka akan ikut menjaga tersebut dengan sukarela. Potensi ekonomi kopi inilah yang terus kita dorong agar naik kelas, bertransformasi ke kelembagaan yang lebih kuat seperti koperasi, dan mampu menembus pasar yang lebih luas dengan tetap membawa narasi perlindungan lingkungan,” tambahnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Penggiling Kopi Terbaik yang Bikin Aroma dan Rasa Kopi Makin MaksimalCari penggiling kopi terbaik dengan harga bersahabat? Simak rekomendasi grinder elektrik dan manual pilihan untuk hasil kopi segar setiap hari. Cek promonya!
Baca lebih lajut »
LippoLand Perkuat Strategi Sustainable dalam BisnisLippoLand tingkatkan dampak sosial lewat sejumlah program dan integrasi ESG. Lebih dari 100 inisiatif menjangkau ribuan warga.
Baca lebih lajut »
Kedai Kopi di Malang Ini Tawarkan Minuman dari Kulit Kopi CascaraSebuah kedai kopi tersembunyi di Malang, Jawa Timur, menawarkan sensasi minum cascara atau kulit kopi dengan campuran rempah, bunga, dan buah.
Baca lebih lajut »
Tingkatkan Layanan Bisnis, Inhelath Perkuat Integrasi dengan IFG LifePT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia memperkuat integrasi layanan asuransi melalui sinergi produk, layanan, serta pengembangan digital dengan induk usaha IFG Life.
Baca lebih lajut »




