Seorang perempuan berinisial MB (24) ditemukan tewas dalam kondisi tangan dan kaki terikat kabel antena di kosannya di Desa Tempuran, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Korban MB menjadi korban pembunuhan. Sindonews news .
Penemuan jasad korban bermula saat sejumlah warga mencium bau tidak sedap di sekitar kos-kosan yang ditempati korban. Selanjutnya, warga menanyakan perihal keberadaan korban kepada salah satu teman MB.
"Saat dicari, sumbernya dari sebuah kamar kos. Kami kemudian membuka pintu dengan kunci cadangan karena kamar terkunci,” kata Hendrik Saputra kepada wartawan, Rabu . Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Danang Eko Abrianto mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara polisi memastikan perempuan itu merupakan korban pembunuhan. ”Korban warga Ponorogo, ini korban pembunuhan,” katanya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Gubernur Jatim Dorong Desa di Jatim Jadi Desa DevisaDari 7721 desa di Jawa Timur, tambah Khofifah, sudah ada 1490 desa yang berstatus mandiri. Jumlah ini juga tertinggi di seluruh provinsi Indonesia. Untuk jadi desa devisa
Baca lebih lajut »
Tapsel Unggulkan Desa Paran Padang jadi Desa Terbaik se-SumutBupati Tapanuli Selatan H Dolly Pasaribu menghadiri penilaian desa terbaik tingkat Provinsi Sumatera Utara yang dilaksanakan di Desa Paran Padang, Kecamatan Sipirok.
Baca lebih lajut »
Diklat Peningkatan Kapasitas SDM Kades, Gubernur Jatim : Dorong Jadi Desa Mandiri dan Desa DevisaDesa-desa di Jawa Timur harus mampu memperkuat peran mereka sebagai desa mandiri dan desa devisa dengan meningkatkan kontribusi ekonomi daerah
Baca lebih lajut »
Revisi UU Desa, Apdesi Minta Dana Desa 10 Persen dari APBN'10 persen APBN, kita harapkan itu masuk ke undang-undang. Setelah dikurangi pokok bunga, kemudian dan subsidi,' kata Ketua Apdesi.
Baca lebih lajut »
Aniaya Perangkat Desa, Kakek di Lamongan Ditangkap PolisiSeorang kakek di Lamongan ditangkap polisi karena diduga menganiaya perangkat desa
Baca lebih lajut »