Asosiasi Roll Former Indonesia (ARFI) mengungkapkan bahwa percepatan pemulihan ekonomi di sektor konstruksi masih terganjal regulasi. pemulihanekonomi
jpnn.com, JAKARTA - Peraturan Pemerintah Nomor 23/2020 Tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional dalam mendukung kebijakan keuangan negara untuk penanganan pandemi COVID-19, memberi angin segar bagi para pelaku usaha. Tak terkecuali perusahaan di sektor industri baja ringan yang tergabung dalam Asosiasi Roll Former Indonesia .
Pada pasal 4 yang berisi tentang Ketentuan Rumah Sederhana Sehat pasal 3 yang mengatur tentang kerangka bangunan disyaratkan disebutkan, rangka dinding pada rumah harus dibuat minimal dari kayu atau struktur beton bertulang.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pemulihan Sektor Konstruksi dari Dampak Corona Masih Terganjal RegulasiGuna meningkatkan kemampuan usaha di sektor industri baja ringan, pengusaha berharap pemerintah juga merevisi beberapa peraturan konstruksi.
Baca lebih lajut »
McKinsey: Konsumen RI Optimistis Hadapi Pemulihan EkonomiOptimisme konsumen Indonesia menghadapi pemulihan ekonomi menduduki peringkat ketiga, di bawah Cina dan India.
Baca lebih lajut »
GP NasDem Dorong Pemerintah Terapkan Industri 4.0'Indonesia harus mempercepat adopsi teknologi industri 4.0, dan melakukan digital di semua lini kegiatan ekonomi. Baik sektor manufatkur ataupun sektor UMKM.'
Baca lebih lajut »
Bursa Saham di Asia Bergerak Variatif Dibayangi Pemulihan Ekonomi ASEkonomi di Amerika Serikat kemungkinan membutuhkan vaksin virus corona untuk pulih sepenuhnya.
Baca lebih lajut »
Mal di Jakarta Siap Beroperasi Kembali dengan Protokol KesehatanPemerintah masih terus mengkaji semua aspek terkait pemulihan ekonomi ataupun pelonggaran pembatasan yang akan dilakukan.
Baca lebih lajut »
Skenario New Normal Erick Thohir Lahirkan 3 Dampak Positif | Republika OnlinePenanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi bisa dilakukan bersamaan
Baca lebih lajut »