Beyond the Breaking News

Perang Merek Dagang Parfum Jo Malone x Zara dan Estee Lauder Makin Intens

Jo Malone News

Perang Merek Dagang Parfum Jo Malone x Zara dan Estee Lauder Makin Intens
ZaraLifestyleFashion Beauty

Estee Lauder menggugat Jo Malone karena menggunakan namanya di kemasan parfum kolaborasi antara Jo Malone dan ZARA sejak 2019.

Parfum kolaborasi ahli parfum Inggris Jo Malone dan ZARA yang digugat Estee Lauder karena dianggap merusak reputasi. Apa pembelaan utama Zara dalam kasus ini?di Inggris terus berlanjut.

Dalam hal ini, Zara membantah klaim bahwa parfum kolaborasinya dengan Malone yang menggunakan nama 'Jo Malone' telah melanggar hak Estee Lauder. Mengutip The Fashion Law, Sabtu, 9 Mei 2026, dalam pengajuan pembelaan yang diajukan ke Pengadilan Tinggi Inggris, anak perusahaan Zara di Inggris, ITX, menegaskan bahwa referensinya kepada Malone sehubungan dengan koleksi parfum Zara x Jo Loves adalah sah dan konsisten dengan pedoman yang sebelumnya diberikan oleh Estée Lauder.

Pengajuan tersebut menandai perkembangan terbaru dalam gugatan yang menjadi berita utama yang berpusat pada penggunaan komersial nama pribadi pendiri setelah penjualan merek kecantikan yang menyandang namanya. Kasus bermula dari penjualan merek Jo Malone London oleh Malone kepada Estée Lauder pada 1999. Sebagai bagian dari jual beli tersebut, Malone menyetujui pembatasan penggunaan nama 'Jo Malone' dalam konteks komersial tertentu, termasuk pemasaran parfum.

Setelah meninggalkan merek yang menyandang namanya, Malone meluncurkan Jo Loves pada 2011 dan kemudian bermitra dengan Zara untuk lini parfum yang dimulai pada 2019. Estée Lauder mengajukan gugatan terhadap Malone, Jo Loves, dan bisnis Zara di Inggris pada Maret 2026, dengan tuduhan pelanggaran kontrak, pelanggaran merek dagang, dan peniruan merek dagang berdasarkan hukum Inggris. Perusahaan kosmetik tersebut mempermasalahkan bahasa yang muncul pada kemasan parfum Zara dan daftar produk online, termasuk referensi seperti 'Dibuat oleh Jo Malone CBE, pendiri Jo Loves'.

Namun, menurut pembelaan yang baru diajukan Zara, Estée Lauder sebelumnya telah menguraikan parameter untuk penggunaan nama Jo Malone yang diperbolehkan. ITX mengklaim bahwa setelah Estée Lauder menyampaikan kekhawatiran pada 2020 mengenai unggahan media sosial Zara di Tiongkok, pengacara perusahaan tersebut kemudian mengonfirmasi bahwa penggunaan nama Malone tertentu masih dalam batas yang dapat diterima.

Zara menyatakan bahwa Estée Lauder menyarankan pihaknya untuk membedakan Malone sebagai individu dari merek parfum Jo Malone dengan menggunakan formulasi seperti 'Jo Malone CBE', 'Nyonya Jo Malone', atau 'Nyonya Malone'. Zara berpendapat bahwa deskripsi produknya saat ini – yang sekarang merujuk pada 'pembuat parfum Nyonya Jo Malone CBE, pendiri Jo Loves' – mematuhi prinsip-prinsip tersebut. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi Malone sebagai kolaborator individu daripada menunjukkan afiliasi apa pun dengan Jo Malone London.

Mengutip BBC, Jo Malone menanggapi gugatan itu dengan mengatakan bahwa dia 'sangat terkejut dan sangat sedih'.

"Saya tidak bisa berhenti menjadi seorang manusia," kata Malone. Dalam sebuah video di Instagram pada April 2026, ia mengatakan bahwa Jo Loves dan Zara telah 'berusaha semaksimal mungkin' untuk memperjelas bahwa kolaborasi yang dimulai tujuh tahun lalu itu 'tidak ada hubungannya dengan Jo Malone London, perusahaan yang dibeli Estee Lauder'. Ia juga heran mengapa Estée Lauder menggugatnya sekarang, padahal kolaborasi dengan Zara pertama kali diluncurkan pada 2019.

"Jika itu salah sekarang, itu pasti sudah salah sejak hari pertama, dan tidak ada yang melakukan apa pun tentang itu," katanya. "Saya menjual sebuah perusahaan, saya tidak menjual diri saya sendiri... koleksi-koleksi itu diciptakan oleh saya, sebagai pribadi. " Ia mengatakan bersedia membela posisinya di pengadilan jika perlu, tetapi menambahkan,"Saya berharap akal sehat akan menang dan kita akan menemukan cara baru dan berbeda untuk bekerja di pasar yang sama. Integritas saya sangat berarti bagi saya.

"Lahir di perumahan sosial di London tenggara, Malone mendirikan perusahaan parfumnya pada awal 1990-an. Merek tersebut menjadi populer karena wewangian uniknya yang terinspirasi dari alam Inggris. Estée Lauder membeli merek parfum Jo Malone London, termasuk hak atas namanya, pada 1999. Malone menjual perusahaan tersebut kepada Estée Lauder dengan nilai"jutaan yang tidak diungkapkan" tetapi tetap menjabat sebagai direktur kreatif hingga 2006.

Berdasarkan kesepakatan tahun 1999, Malone setuju untuk tidak menggunakan nama"Jo Malone" untuk keperluan komersial, termasuk pemasaran parfum. Berdasarkan klausul non-kompetisi, ia juga dilarang menciptakan lini wewangian atau perawatan kulit baru hingga 2011. Malone lalu mendirikan perusahaan baru, Jo Loves, pada 2011, yang menjual parfum, lilin, dan perlengkapan mandi. Pada Maret 2026, Estée Lauder Companies mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi terkait kolaborasi antara Jo Loves dan Zara, mengenai penggunaan nama Malone pada kemasan.

Estée Lauder menggugat Malone, Jo Loves, dan cabang Zara di Inggris atas pelanggaran merek dagang dan pelanggaran kontrak. Mereka menuntut ganti rugi lebih dari £200.000 . Dokumen pengadilan menunjukkan bahwa pengacara Estée Lauder mengatakan produk Zara"berbiaya rendah" yang dibuat Malone"merusak" reputasi Jo Malone London sebagai merek mewah dan eksklusif. Resep Mochi Tepung Ketan Kenyal Anti Gagal, Dijamin Sekali Coba Langsung BerhasilResep Risol Ragout Creamy, Camilan Gurih dan Lembut Bikin NagihMusim Haji 2026, Kabupaten Bogor Berangkatkan 2.405 Calon Jemaah

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

liputan6dotcom /  🏆 4. in İD

Zara Lifestyle Fashion Beauty Estee Lauder Parfum

 

United States Latest News, United States Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Kadin yakin kerja sama RI-Filipina soal mineral perkuat rantai pasokKadin yakin kerja sama RI-Filipina soal mineral perkuat rantai pasokKamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meyakini kerja sama strategis Indonesia dan Filipina di sektor mineral kritis akan memperkuat rantai pasok ...
Read more »

Selain Adidas dan Nike, Ini 14 Merek Sepatu Olahraga yang Nyaman dan Lagi PopulerSelain Adidas dan Nike, Ini 14 Merek Sepatu Olahraga yang Nyaman dan Lagi PopulerPortal berita yang menyajikan informasi terhangat baik peristiwa politik, entertainment dan lain lain
Read more »

Menyambut pusat keuangan global di Pulau DewataMenyambut pusat keuangan global di Pulau DewataDi tengah perlambatan ekonomi dunia, perang dagang, dan perebutan investasi global yang semakin agresif, Indonesia mulai menyadari satu hal penting: kekuatan ...
Read more »

Iran Warnas: Serangan ke Kapal Tanker Minyak Serentak Pergunakan Serangan AmerikaIran Warnas: Serangan ke Kapal Tanker Minyak Serentak Pergunakan Serangan AmerikaIran telah memperingatkan serangan ke kapal tanker minyak dan kapal dagang Iran akan dibalas dengan serangan besar terhadap salah satu centrum milik Amerika di kawasan Timur Tengah dan kapal musuh.
Read more »

Merk Mobil Terlaris di Dunia, Ternyata Pemiliknya Kongsian IndonesiaMerk Mobil Terlaris di Dunia, Ternyata Pemiliknya Kongsian IndonesiaPeta persaingan industri otomotif global menunjukkan dominasi Toyota dan VW. Merek lokal seperti BYD dan Maruti juga menunjukkan ketahanan di pasar domestik.
Read more »

Update Klasemen Super League usai El Clasico Indonesia! Peluang Persib Bandung Juara Terbuka Lebar, Persija Jakarta TereliminasiUpdate Klasemen Super League usai El Clasico Indonesia! Peluang Persib Bandung Juara Terbuka Lebar, Persija Jakarta TereliminasiPersib Bandung makin kokoh pimpin klasemen Super League 2025/2026 usai kalahkan Persija di El Clasico. Peluang juara dan persaingan gelar makin seru
Read more »



Render Time: 2026-06-17 15:54:57