Pandemi COVID-19 tak membuat penjualan pernak-pernik Agustusan di kawasan Darmokali, Wonokromo, Surabaya, menurun. Sebaliknya, penjualan malah semakin berkibar. HUTRI Surabaya
di kawasan Darmokali, Wonokromo, Surabaya, menurun. Sebaliknya, penjualan malah semakin berkibar.
Sulis , salah satu pedagang mengatakan tahun lalu penjualan bisa mencapai sekitar 70 persen. Saat ini naik 10 persen. Hal itu karena masyarakat menyambut HUT ke-75 RI masih antusias. "Penjualannya sangat ramai. Sama dengan tahun lalu. Meningkat sampai 80 persen," beber Sulis saat ditemui detikcom, Jumat .ini di luar dugaan. Para pedagang sendiri sudah memulai berjualan sejak awal bulan Juli lalu."Dari mulai awal Juli sudah mulai jalan. Pembeli sudah mulai ada. Ya ini di luar prediksi. Kan karena ada Corona kenyataannya tetap stabil," terang Sulis.
"Bendera sama umbul-umbul paling banyak dicari. Harganya mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 300 ribu," ujar Sulis. Salah satu pembeli bendera Rizky mengaku memilih membeli bendera di Darmokali karena harganya yang murah. Tak hanya itu tempatnya juga mudah dijangkau.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
IDAI: Tingkat Kematian Anak Akibat Covid-19 di Indonesia Tertinggi di Asia PasifikSejumlah rekomendasi dikeluarkan dokter anak agar pasien COVID-19 anak di Indonesia tak semakin melonjak.
Baca lebih lajut »
Kabar Gembira untuk Warga Surabaya, Tetap WaspadaBerikut ini merupakan kabar gembira bagi warga Kota Surabaya, Jatim, terkait penanganan pandemi COVID-19. Surabaya
Baca lebih lajut »
Wakapolri Gatot Eddy Pramono Jadi Wakil Ketua Pelaksana II Komite Covid-19Wakapolri Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono ditunjuk menjadi Wakil Ketua Pelaksana II Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Wakapolri covid19 ekonomi
Baca lebih lajut »
Kemendikbud: Tolak Ukur Pembukaan Sekolah Kewenangan GugasKemendikbud menyatakan tak punya wewenang mengevaluasi kebijakan pembukaan sekolah berdasarkan peta zona risiko penularan Covid-19.
Baca lebih lajut »
Hal yang Tidak Masuk Akal Mencegah Virus Corona Covid-19Munculnya perilaku tak masuk akal ini juga dibarengi dengan merebaknya hoaks tentang Covid-19.
Baca lebih lajut »