Kemenperin buka suara usai pengusaha tekstil atau padat karya mengaku rugi ratusan miliar saat libur Iduladha.
Bagikan Facebook Twitter WhatsApp Linkedin Telegram Tautan Tersalin A- A+ Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian buka suara mengenai keluhan sektor tekstil akibat penambahan hari libur nasional Iduladha 1444 H secara mendadak yang disinyalir dapat merugikan pelaku industri hingga Rp575 miliar.
Hal ini dikarenakan perusahaan yang tengah mengejar tenggat waktu penjualan, tentu tidak dapat menghentikan sementara operasi selama libur tambahan Iduladha. Berdasarkan catatan Bisnis.com, Rabu , Sekretaris Asosiasi Pertekstilan Indonesia Danang Girindrawardana menuturkan penambahan hari libur secara mendadak tersebut dapat merugikan pengusaha dari berbagai sisi, termasuk upah pekerja yang membeludak.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Libur Panjang Iduladha Diprotes Pengusaha, Buruh Pecah SuaraPemerintah menetapkan libur Iduladha 2023 selama 3 hari, ternyata responsnya tak seragam.
Baca lebih lajut »
Menperin Tindaklanjuti Keringanan Tarif Listrik Industri TekstilKemenperin menanggapi usulan pengusaha tekstil untuk penurunan tarif listrik untuk sektor padat karya.
Baca lebih lajut »
Pengusaha Protes Pembatasan Angkutan Barang saat Libur IduladhaAptrindo mengingatkan dampak dari kembali diberlakukannya pembatasan angkutan barang saat cuti bersama dan libur Iduladha 2023.
Baca lebih lajut »
5 Artis Ini Siap Kurban Sapi Ukuran Jumbo di Perayaan Iduladha 2023Penasaran siapa saja artis yang berkurban di Hari Raya Iduladha 2023? Berikut daftarnya.
Baca lebih lajut »
Jelang Iduladha, Sapi Kurban Seharga Rp20 Jutaan Laris Manis di SolorayaPemasok sapi mayoritas dari Semarang, Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung.
Baca lebih lajut »
Cuti Bersama Iduladha, Ini Mekanisme Aduan dan Pendaftaran PPDB Jabar SMA SMKBerikut mekanisme pendaftaran aduan dan pendaftaran PPDB Jabar selama cuti bersama Iduladha.
Baca lebih lajut »