Masih terdapat dua titik api di sebelah atas Blok Sanghiyang Ropoh.
REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Upaya pemadaman air dengan Heli Water Boombing Bell 412SP kembali dilanjutkan, Senin . Meski demikian, pemadaman secara manual masih terus dilakukan.Baca Juga "Cuaca di posko Palutungan cerah berawan. Heli Water Boombing Bell 412SP mulai beroperasi pukul 07.00 WIB," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, Senin .Pada Ahad , penggunaan heli berkapasitas 1.
Agus menyebutkan, hingga Senin pukul 08.00 WIB, masih terdapat dua titik api di sebelah atas Blok Sanghiyang Ropoh. Tim lapangan Pos Taktis Sanghiyang Ropoh pun terus berupaya melakukan pemadaman secara manual.Seperti diberitakan, kebakaran hutan pertama kali diketahui melanda Blok Gua Walet, pada ketinggian 2.950 meter di atas permukaan laut , yang berjarak sekitar 0,3 kilometer dari puncak Gunung Ciremai, Rabu sekitar pukul 13.00 WIB.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Cuaca Berawan Ganggu Pengeboman Air di Gunung CiremaiLahan yang terbakar merupakan habitat edelweis pada ketinggian 2.600 mdpl–3.078 mdpl.
Baca lebih lajut »
Karhutla, 5 Helikopter Dikerahkan Lakukan Pengeboman AirLima unit helikopter dikerahkan untuk melakukan pengeboman air atau Water Bombing di tiga daerah yang hingga saat ini masih...
Baca lebih lajut »
Peternak Gunung Kidul mulai jual hewan ternak untuk beli airPeternak di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai menjual ternaknya untuk membeli air bersih karena kemarau panjang melanda wilayah ini, ...
Baca lebih lajut »
Atasi kurang air saat kurban, Polres Bogor bantu dua truk airPolsek Tamansari, Polres Bogor, Jawa Barat, turut mengatasi masalah kekeringan di wilayah Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, sehari menjelang pelaksanaan ...
Baca lebih lajut »
55 Ilmuwan Diaspora Pulang ke Tanah Air, Sudah 2.500 Pendaftar Ingin BerjumpaLebih dari 2.500 peserta mendaftar untuk bertemu ilmuwan diaspora yang telah sukses meniti karier sebagai akademisi di luar negeri tersebut. Diaspora
Baca lebih lajut »