Pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia Lisman Manurung mengatakan bahwa PLTU Suralaya bukan penyebab buruknya udara Jakarta menyusul masih tingginya ...
Jakarta - Pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia Lisman Manurung mengatakan bahwa PLTU Suralaya bukan penyebab buruknya udara Jakarta menyusul masih tingginya indeks pencemaran udara di ibukota meski beberapa pembangkit sudah dalam posisi mati/shutdown.
Pola mobilisasi dan aktivitas masyarakat di Jakarta, tambahnya, juga perlu diubah melalui regulasi untuk meningkatkan jumlah pejalan kaki hingga kebijakan work from home oleh pelaku usaha di ibu kota. Dengan 20 unit sepeda motor penggunanya hanya 20 sampai dengan 30 orang, tambahnya, sedangkan TransJakarta bisa menampung 80 sampai dengan 100 orang.
Tak hanya beralih ke kendaraan listrik, Lisman juga menegaskan pentingnya peran moda transportasi publik dalam menekan polusi udara.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Menilik Enam Dekade Penanganan Kemiskinan di DKI JakartaUntuk dapat menangani kemiskinan, perlu ada perubahan paradigma pembangunan dan program yang berpusat pada rakyat.
Baca lebih lajut »
Luhut Ditunjuk Jadi Koordinator Penanganan Polusi Udara, Epidemiolog UI Bilang BeginiEpidemiolog FKM-UI Pandu Riono angkat bicara terkait penunjukan Luhut Binsar Pandjaitan sebagai koordinator penanganan polusi udara.
Baca lebih lajut »
IHiLead 2023, Prof. Chairy: Universitas Harus Adaptif dan Berani Mendisrupsi Diri SendiriUntuk merespon perkembangan yang sedemikan cepat memasuki Era Industri 4.0 universitas harus adaptif dan berani mendisrupsi dirinya sendiri.
Baca lebih lajut »
Pemprov DKI imbau warga gemar jalan kaki untuk tekan polusi udaraPemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau warga Jakarta gemar jalan kaki demi membantu upaya menekan polusi udara di Ibu Kota. "Warga Jakarta ...
Baca lebih lajut »