Beyond the Breaking News

Pengamat: TNI/ Polri Diperlukan untuk Disiplinkan Warga |Republika Online

Indonesia Berita Berita

Pengamat: TNI/ Polri Diperlukan untuk Disiplinkan Warga |Republika Online
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama

Pengamat menilai TNI/ Polri perlu untuk disiplinkan warga terapkan new normal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Kertopati menilai, pelibatan TNI dan Polri dalam penerapan kehidupan normal baru penting untuk mendisiplinkan masyarakat di tengah pandemik Covid-19.

Sebab menurutnya, kedisiplinan dan ketertiban masyarakat adalah kunci keberhasilan penanganan Covid-19. Baca Juga "Kita hendaknya tidak mendikotomikan perlu tidaknya peran TNI/Polri dalam penerapan normal baru. Ketertiban masyarakat adalah kunci keberhasilan penanganan Covid-19," katanya di Jakarta, Rabu . Pemerintah telah mengumumkan rencana untuk mengimplementasikan skenario normal baru dengan mempertimbangkan studi epidemiologis dan kesiapan regional. Sebanyak 340 ribu pasukan TNI/Polri dikerahkan untuk mengawasi 1.800 titik pendisiplinan protokol kesehatan. "Hal ini tentu sangat dibutuhkan dalam mengawal prosedur tatanan hidup normal baru yang akan diterapkan dalam masyarakat," ujarnya. Menurutnya, masyarakat masih banyak yang tidak paham protokol kesehatan yang sudah ditetapkan Kementerian Kesehatan. Bahkan ada juga yang sudah paham tapi malas dan tidak disiplin melaksanakannya. "Hal inilah menjadi sebuah keniscayaan TNI dan Polri dilibatkan untuk menjaga ketertiban umum dan kedisiplinan mandiri anggota masyarakat," kata wanita yang biasa disapa Nuning ini. Keterlibatan TNI/Polri, lanjut dia, tentu saja diharapkan juga mengikuti tiga aspek yang dinilai pada indikator kesehatan masyarakat dari Gugus Tugas COVID-19, yakni gambaran epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan. Keterlibatan Polri dibutuhkan dalam penegakkan hukum serta pengawasan aturan pemerintah di lapangan. "TNI/Polri juga diharapkan dapat bersinergi memberikan informasi protokol kesehatan kepada masyarakat," ucapnya. Dalam kesempatan itu, Nuning menyebutkan, wabah Covid-19 merupakan ancaman nirmiliter. Ancaman nirmiliter berbeda dengan ancaman militer dan ancaman nonmiliter. Ketiganya kini dikenal sebagai ancaman hybrida dan telah merubah perspektif ancaman di masa mendatang. "Apa yang dilakukan TNI ini sebagai salah satu wujud OMSP adalah penanggulangan bencana. Keterlibatan TNI dalam konteks wabah Covid-19, masuk dalam kategori penanggulangan bencana," tuturnya. Senjata biologi dan pertahanan negara antisenjata biologi merupakan ilmu pengetahuan yang harus dikuasai TNI."Pada masa depan, ancaman nuklir, biologi, kimia harus masuk dalam kewaspadaan kita. Prajurit TNI kini dituntut memiliki kemampuan tempur konvensional dan kemampuan tempur kontemporer," demikian Susaningtyas Kertopati.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

 

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

TNI-Polri Dikerahkan di 1.800 Titik Keramaian untuk Awasi Protokol KesehatanTNI-Polri Dikerahkan di 1.800 Titik Keramaian untuk Awasi Protokol KesehatanDalam menerapkan protokol kesehatan gaya hidup normal baru (new normal), maka pasukan TNI dan Polri akan dikerahkan di 1.800 titik keramaian.
Baca lebih lajut »

PPP Minta Pemerintah Jelaskan ke Publik terkait Pelibatan TNI-Polri untuk Disiplinkan Warga - Tribunnews.comPPP Minta Pemerintah Jelaskan ke Publik terkait Pelibatan TNI-Polri untuk Disiplinkan Warga - Tribunnews.comArsul Sani menilai pemerintah perlu menjelaskan kepada publik terkait pelibatan TNI-Polri untuk mendisiplinkan masyarakat di lapangan.
Baca lebih lajut »

Pemerintah: TNI-Polri Hadir di Ruang Publik Bukan untuk Menimbulkan KetakutanPemerintah: TNI-Polri Hadir di Ruang Publik Bukan untuk Menimbulkan KetakutanPresiden Jokowi meminta penambahan pasukan di daerah yang masih memiliki kurva tinggi. TNI dan Polri disebut diturunkan di 4 provinsi dan 25 kota untuk membantu membina masyarakat. TNI Polri
Baca lebih lajut »

New Normal, Ribuan Pasukan TNI/Polri Dikerahkan, Pengamat: KeniscayaanNew Normal, Ribuan Pasukan TNI/Polri Dikerahkan, Pengamat: KeniscayaanPemerintah mengerahkan sebanyak 340 ribu pasukan TNI/Polri, dalam penerapan kehidupan new normal. NewNormal
Baca lebih lajut »

Doni Monardo Tegaskan Kehadiran TNI/Polri Bukan untuk Timbulkan KetakutanDoni Monardo Tegaskan Kehadiran TNI/Polri Bukan untuk Timbulkan KetakutanMenurut Doni Monardo, pengerahan pasukan TNI/Polri sebanyak 340.000 orang di 1.800 titik dilakukan dengan pendekatan-pendekatan yang komunikatif.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2026-06-18 18:04:03