Pengamat: Sistem Proporsional Terbuka Hadirkan Kompetisi Demokrasi yang Sah Sindonews BukanBeritaBiasa .
. Delapan Parpol tersebut yakni Partai Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB, Demokrat, PKS, PAN, dan PPP.
Menurut dia, jika sistem ditarik kembali dengan sistem proporsional tertutup, maka masyarakat tidak tahu menahu siapa caleg yang akan menang. Hal tersebut dikarenakan orang yang menang dalam pemilihan dipilih langsung oleh parpol. Jika sistem proporsional tertutup, menurut dia, para wakil rakyat itu yang milik bukan masyarakat melainkan parpol. Dan itu, kata dia, merupakan kemunduran demokrasi.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pengamat Politik UGM Ungkap Kelebihan Pileg Sistem Proporsional Tertutup: Sistemnya SederhanaPengamat politik UGM Mada Sukmajati berkomentar terkait wacana penerapan sistem proporsional tertutup pada pemilu legislatif (Pileg) 2024.
Baca lebih lajut »
Gugatan Sistem Proporsional Terbuka, MK Diminta Libatkan Partai PolitikMahkamah Konstitusi (MK) agar dalam sidang gugatan Sistem Proporsional Terbuka bisa melibatkan partai politik yang berada di parlemen, sebagai pihak terkait. Mahkamah...
Baca lebih lajut »
Gerindra Tolak Sistem Pemilu Proporsional Tertutup, Prabowo: Yang Terbuka Lebih DemokratisPartai Gerindra menolak perubahan sistem Pemilihan Umum (Pemilu) dari proporsional terbuka menjadi tertutup.
Baca lebih lajut »
Partai Gerindra dukung sistem pemilu proporsional terbukaKetua Umum DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto menyatakan bahwa partainya mendukung sistem pemilihan umum (pemilu) proporsional ...
Baca lebih lajut »
Prabowo: Gerindra Dukung Sistem Pemilu Proporsional TerbukaPartai Gerindra menyatakan bahwa akan mendukung sistem pemilihan umum (pemilu) proporsional terbuka pada Pemilu 2024 mendatang.
Baca lebih lajut »
Keunggulan dan Kelemahan Sistem Proporsional Tertutup dan Terbuka Menurut PKSSistem pelaksanaan pemilu ini sedang ramai diperbincangkan lantaran ada kemungkinan pemilu bakal kembali lagi ke sistem proporsional tertutup.
Baca lebih lajut »